Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Banyak Perusahaan Memecat Gen Z? Selain Kurang Motivasi, Ini Alasan Utamanya

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 17:10 WIB
Ilustrasi pekerja Gen Z.
Ilustrasi pekerja Gen Z.

RADAR JOGJA – Generasi Z, atau yang biasa disebut Gen Z, adalah individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.

Banyak dari mereka yang mulai memasuki dunia kerja pada masa pandemi, dan kini semakin banyak pekerja Gen Z di berbagai perusahaan.

Namun, sebuah laporan dari Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, mengungkapkan data yang mengejutkan terkait pemecatan karyawan dari kelompok ini.

Perusahaan melaporkan bahwa mereka telah memecat sejumlah karyawan Gen Z lulusan universitas yang direkrut tahun ini.

Alasan utama pemecatan tersebut termasuk kurangnya motivasi, profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan memecat karyawan Gen Z, berdasarkan laporan Intelligent:

  1. Kurangnya inisiatif atau motivasi: 50 persen
  2. Kurangnya profesionalisme: 46 persen
  3. Keterampilan organisasi yang buruk: 42 persen
  4. Keterampilan komunikasi yang buruk: 39 persen
  5. Kesulitan menerima umpan balik: 38 persen
  6. Kurangnya pengalaman kerja yang relevan: 38 persen
  7. Keterampilan pemecahan masalah yang buruk: 34 persen
  8. Keterampilan teknis yang tidak memadai: 31 persen
  9. Ketidakcocokan budaya: 31 persen
  10. Kesulitan bekerja dalam tim: 30 persen

Huy Nguyen, Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier di Intelligent, menyatakan, "Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan beradaptasi di dunia kerja karena lingkungan kerja sangat berbeda dengan apa yang mereka alami selama masa pendidikan.

Mereka sering kali tidak siap menghadapi dinamika tempat kerja yang kurang terstruktur dan ekspektasi kerja yang lebih mandiri."

Hasil survei juga menunjukkan bahwa beberapa pekerja Gen Z kesulitan mengelola beban kerja, sering terlambat, serta tidak berpakaian atau berbicara dengan profesionalisme yang diharapkan.

Sementara itu, laporan terpisah dari bulan April lalu mengungkapkan bahwa Gen Z kurang proaktif dalam mencari pekerjaan dan terlalu bergantung pada dukungan orang tua.

Bahkan, ada kasus pekerja Gen Z yang membawa orang tua ke wawancara kerja atau meminta orang tua menulis surat lamaran untuk mereka.

Berikut beberapa alasan utama perusahaan memecat pekerja Gen Z:

1. Kurangnya Motivasi

Gen Z sering kali menyaksikan ketidakstabilan di pasar tenaga kerja, seperti PHK, pemotongan gaji, dan kurangnya keamanan kerja.

Pengalaman ini dapat membuat mereka merasa kurang termotivasi untuk terlibat dalam sistem yang tidak menjamin stabilitas jangka panjang.

2. Keterampilan Komunikasi yang Berbeda

Gen Z tumbuh dengan media sosial dan komunikasi berbasis teks, yang membuat mereka kurang terbiasa dengan komunikasi tatap muka.

Artikel dari Harvard Law School pada tahun 2022 menyebutkan bahwa Gen Z, yang pertama kali masuk dunia kerja selama pandemi, cenderung lebih banyak berkomunikasi secara daring.

Sehingga mereka kurang siap menghadapi tugas yang memerlukan komunikasi langsung, seperti rapat dan presentasi.

3. Menolak Budaya Kerja yang Mengorbankan Kehidupan Pribadi Banyak

Gen Z menolak budaya kerja yang menuntut jam kerja panjang dan keterlibatan konstan.

Berbeda dengan generasi milenial yang meromantisasi kerja keras tanpa henti, Gen Z lebih menekankan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Mereka lebih mengutamakan kesehatan mental dan kesejahteraan pribadi dibandingkan kemajuan karier.

Gen Z membawa pandangan baru tentang kesejahteraan di tempat kerja, yang terkadang bertabrakan dengan ekspektasi tradisional perusahaan. (Putri Gesa Yanuarizki)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kerja #generasi z #kurang motivasi #Gen Z #Memecat