Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Silent Walking Semakin Digemari, Disebut Bisa Membuat Relaks dan Hati Tenang

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 28 September 2024 | 15:00 WIB

 

JADI LEBIH FOKUS: Silent walking semakin diminati karena aktivitas ini fokus untuk berjalan. Tanpa mendengarkan musik dan bermain gadget.
JADI LEBIH FOKUS: Silent walking semakin diminati karena aktivitas ini fokus untuk berjalan. Tanpa mendengarkan musik dan bermain gadget.

RADAR JOGJA - Penikmat silent walking Krisna Amanulloh Adi Wicaksono, 23, mengaku menyukai aktivitas tersebut sudah lama. Bahkan sejak istilah silent walking itu trending.

Disebutkan, aktivitas berjalan tanpa gangguan teknologi ini membuatnya lebih fokus, relaks, dan hati tenang. Pemuda asal Purworejo itu mengungkapkan, biasanya dia melakukan silent walking di alam terbuka. Bebas dari suasana kendaraan bermotor yang bising.

"Kadang juga di alun-alun atau muter kota sembari jogging tipis-tipis. Tidak interaksi tapi cukup melihat orang-orang jalan atau kendaraan, pokoknya yang dinamis gitu bisa buat tenang," ungkapnya.

Meskipun tak dapat dia pungkiri, silent walking di wilayah pegunungan atau daerah sepi lebih baik. Karena suasana lebih kooperatif. "Suasananya lebih hening, jadi sangat mendukung apalagi kalau udara sejuk dan ada pemandangan yang indah," ungkap Krisna.

Dikatakan, silent walking itu muncul saat dia fokus ingin menurunkan berat badannya. "Proses penurunan berat badan saya jadi lebih maksimal, sembari afirmasi diri," ucapnya.

Menurutnya, berjalan atau berlari sendiri lebih bebas untuk menentukan target tanpa terganggu orang lain. Sebab dia menyadari, jika kemampuannya berjalan atau berlari tidak sama dengan orang lain. "Tidak mau merepotkan orang lain buat menunggu kalau ingin berhenti dan pasti ke-distract buat ngobrol, malah target saya tidak tercapai dan akhirnya tidak maksimal," sebutnya.

Jika sendiri, dia bisa mengatur kapan harus berhenti, lebih tenang, dan tidak mengobrol. Terpenting, bisa menikmati selama perjalanan secara bebas. "Lebih mencari ketenanganku sendiri sih, biar bisa bebas," tandas Krisna. (han/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#silent walking #lifestyle #Hening #berjalan kaki