RADAR JOGJA – Ada banyak metode diet yang dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, dan beberapa di antaranya menyarankan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi makanan tertentu, seperti karbohidrat.
Namun, bagi sebagian orang, melepaskan diri sepenuhnya dari karbohidrat bukanlah hal yang mudah, terutama karena tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi selama diet.
Jika Anda ingin menurunkan berat badan namun tetap ingin mengonsumsi karbohidrat, cobalah diet kentang.
Diet ini melibatkan makan kentang polos dan dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan hingga 0,45 kg (sekitar satu pon) per hari.
Selain membantu menurunkan berat badan, kentang juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan usus, dan menyediakan berbagai nutrisi penting untuk menjaga energi selama diet.
Diet kentang tergolong metode diet yang sederhana dan mudah diterapkan.
1. Hanya konsumsi kentang yang sudah dimasak.
2. Lakukan diet selama tiga hingga lima hari.
3. Konsumsi antara 0,9–2,3 kg kentang per hari.
4. Jangan tambahkan bumbu atau topping lain, seperti saus tomat, mentega, krim asam, atau keju.
5. Garam boleh digunakan, namun sebisa mungkin hindari penggunaannya.
6. Minum hanya air putih, teh, atau kopi tanpa gula selama diet.
7. Hindari olahraga berat dan lakukan olahraga ringan secara rutin.
8. Tetap minum obat seperti yang diresepkan dokter, jika diperlukan.
9. Hindari mengonsumsi suplemen yang tidak diresepkan.
Selain mengikuti aturan di atas, penting untuk mengetahui cara mengolah kentang dengan benar. Hindari menggoreng atau memproses kentang secara berlebihan.
Cara terbaik adalah merebus atau mengukus kentang agar tetap sehat.
Meskipun belum ada studi khusus yang membahas efektivitas diet kentang dalam menurunkan berat badan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa diet rendah kalori, seperti diet kentang, memang dapat membantu mengurangi berat badan.
Meskipun mengonsumsi 0,9–2,3 kg kentang per hari terdengar banyak, jumlah kalori yang dikonsumsi sebenarnya hanya sekitar 530–1.300 kalori per hari, jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa.
Kentang juga mengandung senyawa proteinase inhibitor 2, yang dapat membantu mengurangi rasa lapar dengan memperlambat proses pencernaan.
Namun, penting diingat bahwa diet kentang tidak disarankan untuk jangka panjang, karena kentang saja tidak dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi harian yang diperlukan tubuh.
Selain itu, diet rendah kalori ekstrem dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan penurunan massa otot.
Editor : Meitika Candra Lantiva