Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen Gizi Unisa Sebut Real Food Lebih Sehat karena Pertahankan Kandungan Gizi Bahan Makanan

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 20 Juli 2024 | 14:00 WIB
MINIM PROSES: Real food adalah makanan alami dengan minim atau tidak adanya proses pengolahan. Bebas bahan kimia, pemanis buatan, dan pengawet.
MINIM PROSES: Real food adalah makanan alami dengan minim atau tidak adanya proses pengolahan. Bebas bahan kimia, pemanis buatan, dan pengawet.

RADAR JOGJA - Tren hidup sehat dengan real food tengah digandrungi masyarakat. Selain lebih sehat, mengonsumsi makanan alami yang tidak atau minim pemrosesan ini juga efektif menurunkan berat badan.

"Sederhananya, real food itu sajian yang ketika kita makan, masih sama dengan bentuk awalnya," sebut Dosen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Jogjakarta Kurnia Maratus Solichah Jumat (19/7).

Dosen Gizi Unisa Jogjakarta Kurnia Maratus Solichah.DOKUMENTASI PRIBADI 
Dosen Gizi Unisa Jogjakarta Kurnia Maratus Solichah.DOKUMENTASI PRIBADI 

Bahan makanan yang minim diproses, akan mempertahankan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. Meliputi serat, vitamin, mineral, zat besi, protein, magnesium, hingga karbohidrat. “Misalnya jagung atau ubi yang dikukus, itu termasuk real food, karena bentuknya masih sama," ucapnya.

Hanya saja, real food bukan berarti makanan hambar. Penggunaan bumbu atau rempah dalam prosesnya masih diperbolehkan. Seperti mencampurkan bumbu pada air rebusan. “Tapi ya sedikit saja untuk memberi rasa," pesannya.

Menurutnya, pengolahan bahan makanan yang paling baik adalah dengan direbus, oven, maupun kukus. “Intinya meminimalkan penggunaan minyak," sebutnya.

Kandungan gizi, lanjutnya, akan berbeda dengan makanan yang cara pengolahannya melewati beberapa kali pemrosesan sampai menghilangkan bentuk aslinya. Umumnya disebut sebagai ultra processed food (UPF).

Secara garis besar, UPF memiliki banyak bahan tambahan. Mulai dari bumbu hingga rempah. Dampaknya, bisa mengganggu kesehatan dan mengurangi nilai gizi dari bahan makanan itu sendiri. "Kalau pemrosesannya makin banyak, nilai gizi asli dari bahan makanan tersebut juga bisa hilang atau berkurang," paparnya.

Dia mencontohkan, macam-macam UPF seperti sosis, biskuit, hingga berbagai olahan makanan ringan. "Kalau terlalu banyak konsumsi itu dampaknya ke kesehatan, riskan dengan penyakit seperti kolesterol hingga diabetes," urainya.

Kurnia pun mengakui, konsimsi real food juga akan memiliki tantangan tersendiri. Sebab varian menu makanan yang diciptakan akan monoton. Pun dengan rasa, yang seringkali tidak sekuat UPF.


"Kalau secara harga real food lebih murah dibanding makanan biasa, karena minim proses, minim minyak," ucapnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#berat badan #kandungan gizi #Real food #unisa #lifestyle #ultra processed food #upf