RADAR JOGJA - Tren menabung emas turut berdampak pada penyedia layanan, seperti Pegadaian. Bahkan nasabah tabungan pada 2024 disebut naik tujuh persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Karena emas lagi naik, animo orang untuk beralih ke menabung emas saat ini sedang tinggi," ujar Marketing dan Sales Pegadaian Kantor Area Jogjakarta Andre Rizki Pratama kemarin (3/5).
Saat ini, Pegadaian telah menyimban nasabah penabung emas sekitar 7.000 orang. Total kesuluruhan nasabah tersebut tersebar di wilayah se DIJ. Kebanyakan nasabah tersebut berjenis kelamin perempuan yang berusia 20-50 tahun. Pihaknya mengatakan intesitas tertinggi nasabah di rentang usia 25-35 tahun.
"Memang untuk SMA atau Kuliah itu belum banyak. Tapi kalau sudah kerja itu baru mulai (menabung, Red)," lontarnya.
Konsep tabungan emas menurutnya juga bertujuan untuk meminimalisasi penggunaan pinjaman online (pinjol). Layanan tabungan emas di Pegadaian tersebut juga bisa di atas namakan keluarag atau sang anak. "Jadi nanti orang tuanya nabung ke rekening itu tapi atas nama anaknya. Nanti ada semacam buku tabungan," jelasnya.
Nantinya, tabungan emas tersebut bisa difisikkan dalam bentuk kepingan emas. Namun, syarat proses cetak atau fisik emas tersebut minimal tabungan harus senilai harga emas satu gram.
"Nanti untuk pengambilan fisik emas bisa langsung diambil ke outlet tempat pengajuan," rincinya.
Konsep nabung emas di Pegadaian tidak dipatok minimal setoran. Namun, pihaknya menyampaikan dasar minimal yaitu senilai harga emas 0,01 gram.
"Kalau saat ini sekitar Rp 12.000. Jadi mau berapapun bisa yang terpenting minimal Rp 12.000," jelasnya.
Nantinya, total tabungan emas bisa di cetak bentuk fisiknya. Nasabah bisa memilih mau difisikan dengan logam mulia dengan merek tertentu.
"Contohnya merek Galeri, Antam, UBS dan lainya. Harganya pun berbeda," ujarnya.
Rizki mengatakan, menabung emas saat ini mulai digandrungi banyak nasabah. Hal tersebut dikarenakan dengan menabung emas, inflasi tidak tergerus. Tabungan emas juga lebih praktis karena biaya admin di Pegadaian satu tahun hanya Rp 30 ribu. Berbeda dengan penyedia layanan lain yang rata-rata mematok Rp 10 hingga Rp 15 ribu per bulanya.
Layanan tabungan emas di Pegadaian pertama kali dibuka 2016. Format tabungan emas diakomodir lewat fitur pegadaian digital service yang dapat diakses melalui aplikasi resmi milik Pegadaian. "Nasabah cukup mengidi biodata seperti nomor KTP dan lain-lain lewat aplikasi itu," tandasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita