RADAR JOGJA - Penyemprot wajah alias face mist saat ini menjadi tren dalam dunia kecantikan. Tak jarang, wanita enggan meninggalkan salah satu produk skincare tersebut untuk diaplikasikan di wajahnya.
Seperti Ayu, yang sudah menjadi kewajiban memakai produk kecantikan spray wajah itu. Dia memulai berdandan sejak lima tahun terakhir belakangan ini. "Aku pakai face mist buat mengantisipasi ultra violet (UV). Karena tiap hari kerja di lapangan jadi nggak cuma sunscreen yang dipakai," katanya kemarin (5/4).
Perempuan 35 tahun itu menjelaskan ada tahapan-tahapan yang harus diaplikasikan di wajah sebelum terakhir menggunakan face mist. Lebih dulu dia menggunakan serum wajah paska wajah dibersihkan, kemudian mosturizer, sunscreen, dan terakhir face mist. Pun face mist ini digunakan lantaran kepraktisannya.
"Kadang-kadang kalau lupa pakai face mist aku pakai kalau pas di jalan," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan face mist bagi warga Kota Jogja itu tak sekadar iseng. Namun, benar-benar bermanfaat baginya dan dibutuhkan kulit.
Sebagian wanita, juga menggunakan face mist sebagai toner. Namun ada juga yang memakainya sebagai setting spray pada bagian akhir make up.
Selain itu, Ayu menggunakan face mist untuk mencegah munculnya freckles atau serangkaian bintik kecil kecoklatan di permukaan kulit karena sering terpapar sinar matahari. Terlebih dia memiliki genetik tersebut.
"Apalagi perempuan muka salah satu aset ya, jadi harus pakai face mist karena harus sehat," jelasnya.
Dia pun bisa membandingkan kulit wajah saat dan tidak menggunakan face mist.
Tanpa menggunakan face mist, wajah terlihat lebih kering. Sering kali kulitnya sedikit lebih mudah ngelupas. "Kalau pakai face mist itu lebih lembab mukanya, dan terlindungi aja jadi nambah menutrisi juga," tambahnya.
Meski demikian, dia mengaku masih ada kekurangan face mist. Karena belum banyak varian yang bagus dan ramah di kantong. "Lumayan mahal. Padahal (face mist, Red) bagus, apalagi di Jogja panas," sebutnya. (wia/eno)
Editor : Satria Pradika