SEIRING berkembangnya mode, tren berpakaian kini lebih bervariasi. Outfit of the day (OOTD) para kawula muda, atau bahkan kaum ibu-ibu justru terkesan lebih trendy. Mode berpakaian yang semula sudah lama ditinggalkan, bisa saja kembali digunakan.
Contohnya seperti turban. Aksesori yang dikenakan di kepala ini berbeda dengan hijab.
Turban umumnya digunakan di kepala, tanpa menutupi leher dan dada. Sementara hijab umumnya menutupi leher.
Dalam perkembangannya, turban ini digunakan untuk memperindah busana dengan berbagai kombinasi.
Menurut Dosen Tata Rias dan Kecantikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Septiari Nawanksari, turban merupakan aksesori yang dikenakan untuk membungkus seluruh kepala atau hanya sebagian rambut saja.
Ciri khasnya yakni turban tidak menutupi bagian leher seperti halnya model hijab segi empat atau bergo.
Dia menjelaskan, turban sebetulnya sudah ada sejak 1990-an dan berkembang di Timur Tengah. Lantaran perkembangan fesyen, turban lantas menjadi tren di kalangan perempuan muslim milenial.
Dia menjelaskan, turban sebetulnya sudah ada sejak 1990-an dan berkembang di Timur Tengah. Lantaran perkembangan fesyen, turban lantas menjadi tren di kalangan perempuan muslim milenial.
Awalnya memang hanya dipakai satu orang saja. Tapi, begitu orang lain melihatnya dan tertarik, mereka turut memakainya.
Sehingga, kata Septiari, penggunaan turban mulai berkembang di masyarakat.
Tak ayal, banyak hijabers yang menggunakan turban untuk menutupi rambut mereka agar tetap terlihat stylish.
Tak ayal, banyak hijabers yang menggunakan turban untuk menutupi rambut mereka agar tetap terlihat stylish.
"Bagi yang belum berhijab dan ingin mengawalinya dengan turban, itu perlu diapresiasi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/1).
Baca Juga: Diwarnai Dua Gol Bunuh Diri, Korea Selatan Imbangi Yordania
Dia menyebut, turban bisa digunakan di segala aktivitas sehari-hari. Sebab turban lebih mengedepankan kepraktisan dan terkesan lebih simpel.
Dia menyebut, turban bisa digunakan di segala aktivitas sehari-hari. Sebab turban lebih mengedepankan kepraktisan dan terkesan lebih simpel.
Selain itu, turban ini dinilai lebih nyaman dan tidak membuat gerah atau panas. Sehingga cocok untuk dikenakan di setiap musim.
Biasanya, kata Septiari, turban yang dipakai menggunakan bahan spandeks atau sifatnya elastis. Agar saat dililitkan di kepala, benar-benar pas dan tidak membuat pusing.
Biasanya, kata Septiari, turban yang dipakai menggunakan bahan spandeks atau sifatnya elastis. Agar saat dililitkan di kepala, benar-benar pas dan tidak membuat pusing.
Namun, ada juga yang menggunakan bahan lain, seperti silk, katun, maupun rayon. Tergantung masing-masing selera.
Menurutnya, turban juga bisa digunakan saat bekerja di kantor. Penggunaannya bisa dipadukan dengan kemeja, jas, maupun blouse.
Menurutnya, turban juga bisa digunakan saat bekerja di kantor. Penggunaannya bisa dipadukan dengan kemeja, jas, maupun blouse.
Terkadang, ada juga pengguna yang menambahkan inner ninja. Sehingga lehernya tidak terlihat.
Baca Juga: Kisah Sukses Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo: Lulusan Teknik Informatika yang Melesat Menjadi Hotel Manager
Selain itu, turban bisa dipakai saat momentum Lebaran yang dipadukan dengan baju kaftan ataupun gamis lainnya.
Selain itu, turban bisa dipakai saat momentum Lebaran yang dipadukan dengan baju kaftan ataupun gamis lainnya.
"Dia pakai kaftan dan ambutnya dibiarkan terurai. Kemudian memakai turban. Itu memang bagian dari fesyen," kata Septiari.
Sementara untuk kegiatan sehari-hari, turban juga bisa dikenakan sebagai penutup kepala saat berolahraga. Pun bisa jadi style saat menikah.
Sementara untuk kegiatan sehari-hari, turban juga bisa dikenakan sebagai penutup kepala saat berolahraga. Pun bisa jadi style saat menikah.
"Bahkan, di pasar, masih ada nenek-nenek yang pakai turban untuk menutup kepalanya. Mereka hanya mengikatnya di belakang kepala, lehernya kelihatan," sambungnya.
Baca Juga: Diwarnai Dua Gol Bunuh Diri, Korea Selatan Imbangi Yordania
Langkah pertama untuk mengenakan turban ini adalah memakai inner atau dalaman hijab. Tapi, bagi yang kurang nyaman, bisa mengenakannya tanpa inner.
Langkah pertama untuk mengenakan turban ini adalah memakai inner atau dalaman hijab. Tapi, bagi yang kurang nyaman, bisa mengenakannya tanpa inner.
Kemudian, pilih kain panjang atau segi empat dan pasang jarum atau peniti di bagian belakang kepala agar tidak terlepas.
Namun, pemasangan jarum itu juga opsional. Jika tanpa jarum, kedua sisinya bisa di tarik ke belakang.
Namun, pemasangan jarum itu juga opsional. Jika tanpa jarum, kedua sisinya bisa di tarik ke belakang.
Lalu, ikat menyilang sekali dengan kencang tepat di bagian belakang kepala bawah. Kemudian, ikat sekali lagi agar tidak bergeser.
Baca Juga: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Rawan Terjadi Bencana, Pakar Geologi UGM Paparkan Mitigasi di Daerah Rawan Gempa Bumi
Setelah itu, ambil salah satunya untuk dililitkan di atas kepala dengan rapi. Lilitkan dengan kencang agar rambut terlindungi dengan aman dan tatanan hijab menjadi tidak mudah digeser.
Setelah itu, ambil salah satunya untuk dililitkan di atas kepala dengan rapi. Lilitkan dengan kencang agar rambut terlindungi dengan aman dan tatanan hijab menjadi tidak mudah digeser.
Sementara sisi satunya bisa dibiarkan menggantung.
Setelah itu, baru dirapikan. Terakhir, untuk menambah kesan mewah, bisa ditambahkan dengan bros atau topi.
Setelah itu, baru dirapikan. Terakhir, untuk menambah kesan mewah, bisa ditambahkan dengan bros atau topi.
"Tergantung kreasi. Bayi-bayi pun sekarang sudah dipakaikan turban instan. Terus dikasih bando atau pita di atasnya. Terkesan lucu dan simpel," urainya. (aya)