Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Airnya Kebiruan, Jadi Surga Tersembunyi di Magelang, Yuk Akhir Pekan Wisata ke Udal Kali Gumuk

Naila Nihayah • Jumat, 10 November 2023 | 21:24 WIB
SEGAR: Para pengunjung tampak menikmati kesegaran air di pemandian Tuk Mudal Kali Gumuk, Dusun Mudal, Treko V, Treko, Mungkid.  Naila Nihayah/Radar Jogja
SEGAR: Para pengunjung tampak menikmati kesegaran air di pemandian Tuk Mudal Kali Gumuk, Dusun Mudal, Treko V, Treko, Mungkid. Naila Nihayah/Radar Jogja
 
RADAR JOGJA - Berenang di sungai dapat memberikan nuansa segar bagi para penikmatnya. Apalagi sungai itu berasal dari mata air yang tidak pernah surut meski musim kemarau dan masih terjaga kejernihannya.
 
Adalah destinasi wisata Udal Kali Gumuk yang terletak di Dusun Mudal, Treko V, Treko, Mungkid. Lokasinya kerap disebut sebagai hidden gem-nya Magelang.
 
Untuk sampai ke lokasi sungai, pengunjung harus menuruni belasan anak tangga yang masih beralaskan tanah.
 
Gemericik air, pepohonan rindang, dan angin sepoi pun menyapa para pengunjung yang berada di sana. Selain itu, ada beberapa warung makan milik warga setempat.
 
Baca Juga: Stadion Manahan Terapkan Sistem VAR, Sambut Pertandingan Piala Dunia U-17 yang Dimulai Hari ini !
 
Usai berenang, para pengunjung bisa bersantai dan menikmati kudapan yang tersedia.
 
Pemandangan mata air yang masih biru jernih dan terjaga alami keasliannya menjadi daya tarik utama dari wisata tersebut.
 
Bahkan, mata air dari Udal Kali Gumuk ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Baik rumah tangga maupun pengairan sawah. Dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. 
 
Pengurus wisata Udal Kali Gumuk Nur Ari mengutarakan, sungai ini memang sudah dimanfaatkan sebagai pemandian umum sejak lama.
 
Pada 2015, para pemuda setempat membuka wahana tubing.
 
Namun, saat itu terjadi kendala karena jaraknya terlalu pendek. Sehingga wahana tersebut hanya menyasar anak-anak saja.
 
Baca Juga: Keluarkan Kebijakan Unik, UGM Hapus Dosen Killer Mengajar di Kampus
 
Tapi, wabah pandemi membuat wahana itu tidak lagi diminati.
 
Para pemuda pun memutar otak agar sungai tersebut bisa menjadi destinasi wisata.
 
Mengingat peluangnya cukup besar karena mata airnya masih jernih.
 
Akhirnya pada 2021, mereka menggelar diskusi dengan sesepuh desa demi keberlanjutan sungai tersebut.
 
Lantas, sungai jernih itu disulap menjadi pemandian hingga sekarang. 
 
Warga setempat pun menyambut baik pengelolaan Udal Kali Gumuk menjadi wisata.
 
Sebab 50 persen dari pendapatan dikembalikan kepada warga dusun itu sendiri untuk pengembangan pembangunan wisata.
 
Baca Juga: Tanpa Target, Timnas Burkina Faso U17 Ingin Bermain Sebanyak Tujuh Pertandingan di Piala Dunia U17 2023
 
“Yang beberapa persen nanti untuk operasional. Kita juga ada bagi hasil dengan pemilik tanah (Kawasan Udal Kali Gumuk),” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/11).
 
Hingga saat ini, pengelola belum memberikan patokan tarif masuk ke Udal Kali Gumuk.
 
Namun, terdapat kas sukarela yang sudah disediakan untuk pengembangan kawasan tersebut.
 
Ari menyebut, belum diberlakukannya tarif masuk itu dikarenakan sarana dan prasarana yang disediakan, belum memadai.
 
Selain itu, warga masih mengurus izin dari Disparpora Kabupaten Magelang.
 
Baca Juga: Terdampak Inflasi, Daya Beli Masyarakat Menurun, Rumah Usaha Minim Kunjungan Konsumen
 
Pengunjungnya, kata dia, tidak hanya dari Magelang saja. Tapi juga dari luar daerah seperti Salatiga, Semarang, Jogja, Solo, Jakarta, bahkan Surabaya.
 
Beberapa dari mereka mem-booking terlebih dahulu lewat media sosial Udal Kali Gumuk. “Kalau pengunjung, rata-rata di semua usia. Banyak juga yang ke sini bawa keluarganya,” ungkapnya. 
 
Bagi para pengunjung yang tidak bisa berenang, pengelola sudah menyediakan ban yang bisa disewa. Dengan tarif Rp 5 ribu dan dapat digunakan sepuasnya.
 
Adapun jumlah pengunjungnya, setiap hari bisa mencapai 50 hingga 100 orang. Tapi, untuk hari libur, bisa mencapai 200 hingga 300 orang.
 
Mereka rata-rata berkunjung sekitar pukul 09.00 dan sore hari pada pukul 16.00. 
 
Sementara jam operasional, mulai pukul 07.00 hingga 17.00.
 
Baca Juga: Gunungkidul Butuh 67 Orang untuk Menjabat Perangkat Kalurahan, Minat?
 
Tapi, banyak pengunjung yang sudah berenang pada pukul 06.00.
 
Karena mata air Udal Kali Gumuk ini juga digunakan oleh warga sekitar, pengunjung hanya diperbolehkan berenang ataupun bermain air di aliran mata airnya saja.
 
Sedangkan pusat mata airnya tidak boleh digunakan untuk berenang.
 
Selain itu, kawasan Udal Kali Gumuk ini kerap digunakan untuk berkemah atau camping. Hanya saja, pengelola tidak menyediakan fasilitas camping lengkap.
 
Sehingga pengunjung harus membawanya sendiri. Untuk persewaan lahan camping, pengunjung dikenakan tari Rp 30 ribu per tenda.
 
Baca Juga: Saat Musim Penghujan, Warga Lereng Merapi Diminta Waspada Banjir Lahar Dingin 
 
Pengelola sudah menyediakan area camping khusus di dekat sumber mata air. 
 
Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas lain berupa kolam renang di area tersebut. Yang mana dikhususkan untuk anak-anak.
 
Lalu, kata Ari, akan ada pelebaran jalan untuk akses masuk menuju Udal Kali Gumuk.
 
“Kami juga akan bekerja sama dengan instansi atau sponsor untuk menambah sarana seperti kamar ganti atau kamar mandi,” sebutnya. 
 
Untuk mengantisipasi musim penghujan, pengelola bakal membuat bendungan di bagian bawah.
 
Guna menjernihkan kembali air yang kemungkinan keruh akibat lumpur atau kotoran yang terbawa saat hujan.
 
Baca Juga: Miliki Utang Senilai Rp 5,4 M, Segini Harta Yang Dimiliki Eddy Hiariej
 
Dia berharap, destinasi wisata ini dapat mensejahterakan warga. (aya)
Editor : Bahana.
#Magelang #udal kali gumuk #camping #wahana air #Wisata #Mungkid #Jernih #sungai #jawa tengah