Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

5 Etika Saat Menggunakan Transportasi Umum agar Nyaman Ketika Bepergian, Apa Saja…

Bahana. • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 21:15 WIB
sumber foto : quora
sumber foto : quora

RADAR JOGJA - Memanfaatkan transportasi umum sebagai sarana mobilitas sehari-hari memang memudahkan kita.

Harganya yang terjangkau, serta jumlah armadanya yang memadai, membuat transportasi umum menjadi andalan.

Menggunakan transportasi umum itu artinya kita harus siap bertemu dengan penumpang lain dengan berbagai kondisi. 

Supaya sama-sama nyaman saat menggunakan transportasi umum, ada beberapa etika atau aturan tak tertulis yang harus kita patuhi.

Sebelum naik Transportasi Umum, dahulukan penumpang yang akan turun

Etika pertama dan tentu kamu sudah mengetahuinya adalah sebelum naik, dahulukan penumpang yang akan turun.

Kamu bisa menunggu sebentar di samping pintu sampai semua penumpang yang akan turun keluar dari kendaraan.

Alasannya, dengan mendahulukan penumpang yang turun, maka akan ada ruang di dalam kendaraan umum untuk penumpang yang baru masuk.

Jika kamu tetap memaksakan masuk meski penumpang yang akan turun belum keluar, bukan tidak mungkin akan terjadi chaos di dalam kendaraan

Letakkan tas di depan dada atau letakkan pada rak penyimpanan yang disediakan

Saat jam sibuk kondisi transportasi umum memang sedang penuh-penuhnya.

Maka dari itu, sebisa mungkin kita memanfaatkan ruang transportasi umum yang terbatas agar nyaman selama perjalanan.

Jika kamu membawa tas punggung, ada baiknya letakkan di depan dada agar tida mengganggu penumpang lainnya.

Kamu juga bisa memanfaatkan rak penyimpanan yang biasanya ada di atas tempat duduk penumpang. Tapi, ingat ya, jangan sampai barang tersebut lengah dari pengawasan.

Memberikan kursi untuk penumpang yang sangat membutuhkan

Jumlah kursi di transportasi umum memang terbatas. Maka dari itu, seringkali penumpang rela berdiri di dalam transportasi umum agar bisa mengejar waktu.

Meski kursi di transportasi umum diberikan kepada mereka yang lebih dulu naik ada beberapa kelompok yang diprioritaskan mendapatkan kursi.

Yakni, ibu hamil, penumpang dengan anak-anak, orang tua, dan penyandang disabilitas.

Tidak berbicara terlalu keras saat di dalam transportasi umum

Semenjak pandemi usai, larangan berbicara secara langsung atau pun melalui sambungan telepon sudah dicabut kembali.

Kini, kita bisa mengobrol atau bertelepon saat di kendaraan sembari menunggu waktu hingga sampai ke lokasi tujuan.

Namun, perlu diperhatikan, ya, volume suaramu saat di kendaraan umum. Jangan berbicara terlalu kerasa saat di kendaraan umum karena bisa jadi suaramu mengganggu penumpang lainnya.

Usahakan berbicara seperlunya atau dengan volume dalam jarak dengar kamu dan lawan bicaramu saja agar penumpang lain tidak terganggu.

Jangan makan atau minum di dalam kendaraan umum

Jika di pesawat atau kereta luar kota kita diperbolehkan untuk makan dan minum karena jauhnya perjalanan, maka hal ini dilarang di transportasi dalam kota.

Larangan untuk makan dan minum dimaksudkan agar tidak mengotori transportasi umum yang setiap harinya harus mengangkut ratusan penumpang.

Tidak ada yang bisa menjamin makanan tidak akan tumpah saat di tengah perjalanan, Kita bisa menahan rasa ingin makan atau minum sedikit setelah tiba di halte atau stasiun tujuan.

Itulah tadi deretan etika di transportasi umum yang perlu diketahui. Yuk, saling jaga agar di perjalanan selalu aman dan nyaman. (Adek Ridho Febriawan)

 

Editor : Bahana.
#transportasi #UMUM #etika