RADAR JOGJA - Karabiner menjadi salah satu aksesoris yang biasa digunakan para pendaki gunung. Meski demikian, barang ini juga sering dipakai para pekerja proyek yang biasa dikenal dengan sebutan karabiner safety.
Meski saat ini tengah jadi tren, tingkat penjualannya tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu karena pada dasarnya karabiner sebagai aksesoris bukan sesuatu yang baru. Fenomena ini, bahkan sudah dilakukan oleh para pecinta alam.
"Buat gantungan kunci, aksesoris tas, gantungan botol minuman itu cuman buat gantungan-gantungan biasa ataupun sebagai gelang," kata kepala toko Anak Rimba Samirono Markus Wahyu Widodo saat dihubungi Jumat (28/7/23).
Menurutnya, justru karabiner safety yang penjualannya mengalami peningkatan. Khususnya pada Hari Raya Idul Adha. Sebab digunakan untuk menyembelih hewan kurban. "Kemarin kurban buat mengikat sapi juga, ada karabiner juga buat narik sapi," ungkap Markus.
Selain itu, meningkatnya penjualan karabiner safety banyaknya tempat-tempat wisata baru yang bermunculan. Ditambah menjamurnya pembangunan proyek yang dilakukan pemerintah dan swasta.
Dia mengungkapkan, perbedaan utama karabiner safety dengan aksesoris ialah pada kekuatannya. Karabiner safety memiliki kekuatan menahan beban berat karena digunakan untuk banyak keperluan. Sedangkan, karabiner aksesoris tidak memiliki kekuatan, sehingga tidak boleh digunakan sebagai alat bantu keselamatan kerja ataupun untuk panjat tebing. (cr3/eno)
Editor : Satria Pradika