Uji Coba MBG Prasmanan di Kulon Progo, Menu Lebih Hangat Tapi Boros Waktu Saat Pemorsian

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:06 WIB
ANTUSIAS: Siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Bantar mencicipi MBG model prasmanan. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
ANTUSIAS: Siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Bantar mencicipi MBG model prasmanan. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Uji coba makan bergizi gratis (MBG) prasmanan telah dilakukan di SD Muhammadiyah Bantar, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo selama empat hari.

Penyajian MBG mendapatkan apresiasi karena makanan masih hangat saat disantap.

Namun, dari aspek pemorsian memakan terlalu banyak memakan waktu.

PIC MBG sekaligus tenaga pendidik SD Muhammadiyah Bantar Dian Yuniarti menyampaikan, apresiasinya atas upaya uji coba MBG model prasmanan.

Upaya tersebut turut mendapat respon yang baik dari anak-anak.

Lantaran, makanan yang diterima dalam kondisi segar dan hangat mampu menggugah selera makan.

Baca Juga: Wamendagri Desak Pemprov dan DPRP Papua Pegunungan Segera Lantik 11 Anggota Jalur Otsus

"Sudah sejak 5 Oktober lalu, siswa senang karena makanannya hangat beda dengan ompreng," ucap Dian, saat ditemui Radar Jogja di area pemorsian, Jumat (9/10/2026).

Dian menyampaikan, dukungannya atas MBG model prasmanan. Tentu dukungannya tak lepas dari catatan. 

Sekolah melihat model MBG prasmanan layak diterapkan di kemudian hari. Namun dari empat hari uji coba terdapat evaluasi.

Paling banyak disorot ialah masalah waktu. MBG prasmanan lebih banyak memangkas waktu kegiatan belajar mengajar (KBM).

MBG prasmanan menerapkan pemorsian di sekolah, dengan petugas pemorsian adalah siswa.

Terkadang saat pemorsian, siswa sering bercanda hingga memakan banyak waktu.

Baca Juga: Tim Macan Polres Belawan Gagalkan Pencurian Kabel Fiber Optik di Medan Labuhan

Selama empat hari uji coba, ia melihat butuh waktu 15 menit hingga 30 menit untuk pemorsian 47 porsi.

Ia tak bisa membayangkan, apabila pemorsian dilakukan untuk seluruh siswa di SD Muhammadiyah Bantar yang mencapai ratusan siswa.

"Karena anak-anak suka bercanda jadi lama saat pemorsian, kalau ditotal dengan makan butuh waktu 40 menit," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan MBG ompreng, waktu dapat dihemat sebaik mungkin.

Hanya butuh waktu paling lama 15 menit untuk mengonsumsi menu, setelah MBG diterima.

Dampak dari pelaksanaan MBG model prasmanan, membuat jam istirahat sekolah berkurang.

Jika mengalami keterlambatan disdtribusi MBG prasmanan, berpotensi ke KBM siswa.

Baca Juga: Terpilih sebagai Star of The Match Kemenangan Persib atas Port FC, Luka Menalo: Saya sangat Senang

Dian berharap, SPPG melakukan evaluasi selama uji coba berlangsung.

Jika dimintai saran, pihaknya meminta agar ada penambahan petugas yang membantu pemorsian di sekolah.

Tujuannya, agar pemorsian tak terlalu banyak memakan waktu. Termasuk disiplin dalam urusan distribusi MBG.

Sementara itu, siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Bantar Khonsa Baytuhasanah menyampaikan antusiasnya saat ikut serta dalam pemorsian MBG.

Menurutnya, pemorsian MBG terbilang gampang-gampang susah.

Lantaran, siswa harus menakar makanan sesuai selera. Hal itulah yang terkadang membuat pemorsian memakan waktu lama.

"Lebih enak seperti masakan rumahan karena hangat, kalau disuruh milih tetap milih prasmanan," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
MBG Prasmanan Uji Coba MBG SD Muhammadiyah Bantar Mbg Kulon Progo