Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbaikan Jalan Sermo-Klepu Rp 1,9 Miliar Kulon Progo Terhambat Status Suaka Margasatwa

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
RAMPUNG: Pengendara sepeda motor melalui Jalan Sermo-Klepu yang telah mendapat penanggulan longsor. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
RAMPUNG: Pengendara sepeda motor melalui Jalan Sermo-Klepu yang telah mendapat penanggulan longsor. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

Advertisement

KULON PROGO - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menemui hambatan dalam menyelesaikan perbaikan Jalan Sermo–Klepu di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. 

Proyek penanganan pascalongsor ini terkesan tidak tuntas akibat penundaan pembangunan dinding penahan tanah karena terganjal izin kawasan Suaka Margasatwa Sermo.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menjelaskan bahwa penanganan jalan tersebut merupakan respons atas musibah longsor pada 2025 lalu yang menggerus badan jalan sepanjang 15 meter dengan lebar dua meter.

Proyek perbaikan telah dialokasikan pada tahun anggaran 2026.

"Sudah ditangani Bina Marga dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar," ujar Lilik saat melakukan pengecekan di lokasi, Kamis (8/10/2026).

Advertisement

Meski jalan tersebut kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan, Lilik mengakui pengerjaannya belum sepenuhnya rampung.

Komponen krusial seperti dinding penahan tanah untuk mengantisipasi longsor tebing setinggi 10 meter serta drainase pendukung belum bisa dibangun.

Kedua fasilitas tersebut terkendala izin wilayah Suaka Margasatwa Sermo yang berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Kami tidak menafikan aturan, tetapi setidaknya ada kebijaksanaan atau diskresi," tegas Lilik. Pihaknya berencana menggelar pertemuan dengan BKSDA guna mendorong percepatan izin atau mendapatkan diskresi khusus demi keselamatan masyarakat.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY, One Sigit Hermanto, memaparkan bahwa pengerjaan proyek dijadwalkan selama 90 hari kalender, mencakup rekonstruksi jalan, pengaspalan, dan dinding penahan tanah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Meriah, Pemilos di SMAN 2 Wates Kulon Progo Digelar dengan Mengenakan Baju Adat

Meriah, Pemilos di SMAN 2 Wates Kulon Progo Digelar dengan Mengenakan Baju Adat

Ada yang menarik dalam pelaksanaan pemilihan osis Serentak (Pemilos) di SMAN 2 Wates, pada Kamis (8/10/2026). Pemungutan suara ketua osis dengan sistem e-voting disambut penuh antusias. Panitia dan peserta pemilos komp

Edukasi Demokrasi Pemilih Pemula, 29 Ribu Siswa di Kulon Progo Ikuti Pemilos Berbasis E-Voting

Edukasi Demokrasi Pemilih Pemula, 29 Ribu Siswa di Kulon Progo Ikuti Pemilos Berbasis E-Voting

Ribuan siswa jenjang SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Kulon Progo kembali mengikuti Pemilihan Ketua OSIS Serentak (Pemilos) 2026. Ajang pendidikan politik bagi pemilih pemula ini memanfaatkan teknologi electronic..

Antisipasi Luapan Saat Musim Hujan, Sungai Serang Kulon Progo Dinormalisasi Telan Biaya Rp 600 Juta

Antisipasi Luapan Saat Musim Hujan, Sungai Serang Kulon Progo Dinormalisasi Telan Biaya Rp 600 Juta

Ancaman bencana banjir yang membayangi warga Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, mulai teratasi. Pemerintah bersama instansi terkait merealisasikan program normalisasi dan pengerukan sedimentasi Sungai Sera

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer