Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Dispusip Terbatas, Literasi Bantul Dibayangi Perubahan Indikator

A
Penulis: Aris Romadhon❯
TINGKATKAN LITERASI: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bantul menggelar bazar buku di Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. (Aris Romadhon/Radar Jogja)
TINGKATKAN LITERASI: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bantul menggelar bazar buku di Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. (Aris Romadhon/Radar Jogja)  

Advertisement

BANTUL - Keterbatasan anggaran menjadi tantangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Di sisi lain, perubahan parameter penilaian membuat perpustakaan desa dan sekolah harus memenuhi indikator yang lebih terperinci, termasuk ketersediaan koleksi digital.

Kepala Dispusip Bantul Dian Mutiara Sri Rahmawati mengatakan, capaian IPLM Bantul pada 2025 mengalami penurunan akibat perubahan parameter penilaian. Pada 2026, pihaknya menargetkan IPLM sebesar 10 dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) sebesar 58.

Advertisement

“Indeks literasi tahun 2025 kami tuh anjlok karena perbedaan parameter. Yang bikin anjlok itu tidak hanya di Bantul, di DIY, bahkan se Indonesia,” ujar Dian saat dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (14/10).

Advertisement

Menurut Dian, indikator penilaian kini lebih terperinci, antara lain menyangkut koleksi digital, layanan perpustakaan, dan ketersediaan buku. Persoalannya, masih banyak perpustakaan desa dan sekolah dasar (SD) yang belum memiliki koleksi digital. Pemenuhan indikator tersebut juga terkendala keterbatasan anggaran.

“Dari Perpusnas kan bilang dia tidak bisa men-support daerah dengan memberi buku, tidak bisa diberi bantuan, dan lain sebagainya. Itu berimbas di perpustakaan kami, perpustakaan desa, dan perpustakaan sekolah,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Magelang 29,4, Tiga Besar Jateng tapi Masih Rendah

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Magelang 29,4, Tiga Besar Jateng tapi Masih Rendah

Wali Kota Magelang dalam sosialisasi pengumpulan data perpustakaan di Aula Adipura Kencana, Kantor Pemkot Magelang, Senin (5/10).

Bazar Buku Festival Literasi Gunungkidul, Ribuan Buku Dibanderol Mulai Rp 5.000

Bazar Buku Festival Literasi Gunungkidul, Ribuan Buku Dibanderol Mulai Rp 5.000

Bazar buku menjadi salah satu daya tarik Festival Literasi Gunungkidul 2026. Ribuan koleksi buku dari enam penerbit disiapkan untuk masyarakat dengan harga mulai Rp 5.000. Koordinator Pelaksana Bazar Buku Festival ...

Kenalkan Pertanian Lewat Literasi, Polbangtan Kementan Tampil di Gemilang Literasi Fest 2026

Kenalkan Pertanian Lewat Literasi, Polbangtan Kementan Tampil di Gemilang Literasi Fest 2026

Melalui perpustakaannya, Polbangtan Yoma menghadirkan berbagai informasi mengenai pendidikan vokasi pertanian, literasi pertanian dan peternakan, serta produk olahan karya mahasiswa dalam "Gemilang Literasi Fest 2026".

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer