Tragedi Sabtu Kelabu di Kulon Progo, Dua Pesepeda Meninggal di Jalur Menanjak dan Menurun

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22:01 WIB
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko. (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko. (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)

KULON PROGO - Akhir pekan yang seharusnya dihabiskan dengan penuh kegembiraan dan kucuran keringat sehat, seketika berubah menjadi awan kelabu yang menyelimuti wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tragedi memilukan di jalanan seolah menjadi pengingat bisu betapa rapuhnya nyawa manusia saat berhadapan dengan takdir di atas aspal.

Pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, lintasan aspal di Bumi Binangun mencatatkan dua kisah duka yang mendalam dan menyayat hati. Dua pesepeda asal Yogyakarta harus meregang nyawa dalam kecelakaan tunggal yang mengerikan, terjadi hanya dalam rentang waktu beberapa jam saja di lokasi yang berbeda.

Petaka pertama terjadi di bawah teduhnya pagi, ketika udara pedesaan masih terasa segar dan bersahabat bagi para pegowes. Namun, siapa sangka, jalur perbukitan yang menawarkan panorama indah nan hijau itu justru menjadi saksi bisu akhir perjalanan tragis seorang perempuan yang tengah menyalurkan hobi bersepedanya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, seorang perempuan berinisial AM yang baru berusia 32 tahun tengah semangat mengayuh sepedanya di kawasan Jalan Samigaluh-Loano. Warga asal Ngaglik, Kabupaten Sleman ini sedang menantang adrenalin melintasi kontur jalanan yang curam di tanjakan Dusun Ngaglik, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh.

Malapetaka itu datang bak kilat ketika AM mulai melewati ruas jalanan yang menurun sangat tajam. Sepeda yang dikendarainya diduga kuat mengalami malfungsi pada sistem pengereman alias rem blong, membuatnya meluncur deras tanpa kendali hingga akhirnya menghantam keras sebuah tiang listrik di tepi jalan dengan suara yang memilukan.

Benturan hebat tersebut membuat sang pesepeda tak berdaya dan terkapar di pinggir jalan. Warga sekitar dan petugas yang bergegas memberikan pertolongan segera mengevakuasi tubuh AM ke Puskesmas Samigaluh II menggunakan ambulans dengan harapan ada mukjizat, namun tim medis dengan berat hati menyatakan ia telah menghembuskan napas terakhirnya.

Belum kering air mata dan keterkejutan warga atas insiden maut di Samigaluh, kabar duka kembali mengudara menjelang teriknya siang hari. Kecelakaan nahas kedua kembali menimpa seorang pesepeda di jalur wisata yang berbeda, seolah menambah kelamnya catatan akhir pekan di wilayah Kulon Progo.

Tepat pada pukul 12.10 WIB, insiden tragis kedua ini mengambil latar di ruas Jalan Pengasih-Sermo, tepatnya di wilayah Karangsari. Jalur ini memang kerap menjadi primadona bagi para pesepeda karena rutenya yang meliuk indah di antara rimbunnya pepohonan menuju arah waduk.

Korbannya kali ini adalah seorang pria paruh baya berinisial W, yang telah menginjak usia 64 tahun. Pria malang yang tercatat sebagai warga Pakualaman, Kota Yogyakarta ini, sebelumnya tampak gagah dan bersemangat mengendarai sepeda kayuh kesayangannya yang berwarna kuning terang membelah jalanan.

Semula, perjalanan W yang melaju dari arah barat menuju ke timur tampak berjalan normal tanpa ada firasat atau tanda-tanda bahaya. Akan tetapi, sesampainya di titik tempat kejadian perkara, kakek tersebut tiba-tiba kehilangan keseimbangan secara misterius, oleng, dan terjatuh begitu saja menghantam kerasnya aspal jalanan.

Tragisnya, meski sama sekali tidak ada benturan dengan kendaraan lain dalam kecelakaan tunggal ini, nyawa W tidak dapat diselamatkan dari pelukan maut. Tubuh rentanya tergeletak tak bernyawa, dan ia dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian sebelum ambulans atau tim medis sempat datang memberikan pertolongan.

Dua nyawa pegowes yang melayang di lintasan Kulon Progo pada hari yang sama ini meninggalkan duka mendalam sekaligus rentetan pelajaran berharga. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja untuk selalu memastikan kelaikan kendaraan, terutama rem sepeda, dan peka terhadap batas kemampuan fisik tubuh saat menaklukkan rute-rute alam yang menantang.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan rentetan peristiwa nahas tersebut melalui rilis resmi yang disebarkan kepada awak media lewat pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, Iptu Sarjoko membeberkan bahwa kecelakaan tragis pertama menimpa seorang pesepeda berinisial AM (32) asal Ngaglik, Sleman, di ruas Jalan Samigaluh-Loano, tepatnya di jalur tanjakan Dusun Ngaglik, Pagerharjo, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. 

Lebih lanjut dalam pesan tertulis yang sama, Iptu Sarjoko juga mengonfirmasi insiden laka lantas tunggal kedua yang merenggut nyawa seorang pria paruh baya berinisial W (64) asal Pakualaman, Kota Yogyakarta, selang beberapa jam kemudian. (gas/iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Kecelakaan Kulonprogo Pesepeda Tewas Kecelakaan Sepeda Berita Kulonprogo Lalu Lintas Jogja