KULON PROGO - Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap pergerakan pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo.
Dalam dua hari berturut-turut, sebanyak 45 penerbangan dari dan menuju YIA terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan.
General Manager YIA, Muhammad Thamrin, menjelaskan bahwa perluasan sebaran abu vulkanik di Selat Sunda memicu diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
Dampak dari kebijakan tersebut langsung terasa pada rute penerbangan yang terhubung dengan YIA.
Pada Minggu (6/9/2026), tercatat sebanyak 30 penerbangan dibatalkan, terdiri dari 16 penerbangan rute YIA–CGK dan 14 penerbangan rute CGK–YIA.
Baca Juga: Puluhan Siswa dari Tiga Sekolah di Turi Sleman Jadi Korban Keracunan Usai Santap MBG
Tren pembatalan berlanjut hingga Senin (7/9/2026) pagi, di mana terdapat 15 penerbangan yang membatalkan operasionalnya—delapan menuju CGK dan tujuh kedatangan dari CGK.
Menanggapi situasi ini, manajemen YIA menyiagakan layanan Service Recovery Activation (SRA) untuk membantu ratusan penumpang terdampak.
Penumpang difasilitasi dengan akomodasi makanan serta minuman ringan sembari mengurus opsi reschedule (penjadwalan ulang) atau refund (pengembalian biaya tiket) sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Baca Juga: Prediksi Skor Udinese vs Lazio di Serie A, Update Tim, Susunan Pemain dan Skor Akhir
Meski demikian, Thamrin memastikan bahwa operasional YIA secara keseluruhan tetap berjalan normal dengan melayani 70 hingga 80 pergerakan pesawat per hari untuk rute tujuan non-bandara yang ditutup.
Pihak bandara juga terus berkoordinasi intensif dengan BMKG dan AirNav untuk memantau pergerakan abu vulkanik, sekaligus menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu ditunjuk sebagai bandara alternatif (alternate aerodrome) dengan skema operasional 24 jam. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva