Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Krakatau Tak Sendiri, Mengapa Enam Gunung Api Bisa Erupsi pada Hari yang Sama?

P
Penulis: Perawati❯
Ilustrasi ring of fire. (Pinterest)
Ilustrasi ring of fire. (Pinterest)

Advertisement

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September kemarin kembali menarik perhatian publik. Namun jika kita cermati beberapa hari sebelumnya, Anak Krakatau ternyata tidak sendirian.

Pada hari yang sama, tercatat ada enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi, yaitu Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolo, Sinabung, Semeru, dan Anak Krakatau. Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah letusan satu gunung memicu gunung api lainnya?

Jawabannya adalah tidak. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak ada bukti bahwa keenam erupsi tersebut dipicu oleh satu proses geologi yang sama secara langsung.

Advertisement

Secara geografis, Indonesia memang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang merupakan tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif dunia. Kondisi geologi unik inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki sekitar 127 gunung api aktif. Tingginya angka tersebut menjadikan aktivitas vulkanik sebagai hal yang lumrah terjadi di berbagai wilayah tanah air.

Meskipun berada di negara yang sama, setiap gunung api berdiri secara independen dan memiliki sistemnya masing-masing. Mulai dari sistem kantong magma, karakter letusan, hingga perkembangan siklus aktivitasnya sangatlah berbeda.

Advertisement

Sederhananya, setiap gunung memiliki sistem magmanya sendiri, sehingga erupsi yang terjadi berdekatan hanyalah kebetulan karena masa aktif sistem magma dari masing-masing gunung mencapai puncaknya pada waktu yang hampir bersamaan.

Kejadian erupsi beruntun ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan terus memantau status serta zona rekomendasi bahaya gunung di sekitar kita, selalu merujuk pada informasi resmi dari PVMBG atau Badan Geologi, dan tidak mudah percaya pada isu-isu liar yang tidak terverifikasi. Tetap tenang, jaga kesehatan, dan pastikan setiap informasi yang diserap berasal dari sumber yang tepercaya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau?

Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau?

Bentang alam di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kembali berubah setelah aktivitas erupsi pada awal September 2026. Hasil pemantauan citra satelit menunjukkan adanya penambahan daratan.

Warga Gelar Larung Kerbau di Pantai Carita, Doakan 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Warga Gelar Larung Kerbau di Pantai Carita, Doakan 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Sejumlah warga ikut terlibat dalam upaya pencarian delapan orang yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau. Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Harga Masker Naik, Permintaan Melonjak Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Harga Masker Naik, Permintaan Melonjak Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Erupsi Anak Krakatau memicu lonjakan permintaan masker di sejumlah wilayah. Masker KN95 banyak diburu dan harga di pasaran mulai bervariasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer