KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo kembali menggelar festival paralayang.
Berbeda dari tahun sebelumnya, festival kali ini dikemas dalam sebuah kejuaraan yang diikuti puluhan atlet dari berbagai daerah.
Momentum Paralayang Festival 2026 ini, menjadi penanda geliat sport tourism di Bumi Binangun.
Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman menyampaikan, Paralayang Festival 2026 digelar di Objek Wisata Giri Sembung dan Lapangan Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang.
Festival dilaksanakan selama tiga hari, 4-6 September 2026. Tak hanya kegiatan hiburan semata, festival turut menyediakan sarana kejuaraan bagi atlet paralayang dari berbagai daerah.
"Total peserta ada 75 atlet, dari 10 provinsi, seperti Jawa Barat hingga Kalimantan Timur," ucap Sutarman, Minggu (6/9).
Sutarman menjelaskan, Dinpar Kulon Progo bekerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kerja sama dilakukan agar penyelenggaraan festival hingga kejuaraan sesuai dengan aturan paralayang yang berlaku.
Lantaran, kejuaraan mengangkat mata lomba ketepatan mendarat, yang terbagi dalam empat kategori. Diantaranya, kategori putra, putri, beregu, dan campuran.
Baca Juga: 3D View Master, Teknologi Lawas yang Disebut Cikal Bakal Virtual Reality
Mata lomba ketepatan mendarat mengarahkan puluhan atlet memacu adrenalin. Lantaran, atlet akan terbang dari Objek Wisata Giri Sembung dan langsung mendarat di Lapangan Banjarasri.
Saat mendarat, juri akan menilai jarak, dan ketepatan mendarat di titik yang telah ditentukan. Atlet paralayang menguji kemampuan mendarat di tengah terpaan angin Perbukitan Menoreh.
Sepanjang tahun 2026 ini, kejuaraan serupa baru digelar di Bogor dan selanjutnya di Batu Malang.
Momentum kejuaraan dan festival tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan objek wisata Giri Sembung yang baru saja dibuka operasionalnya.
Walau baru beroperasi sekitar 1,5 bulan, Giri Sembung telah dikunjungu 20-30 wisatawan setiap akhir pekannya.
"Dengan festival dan kejuaraan, harapannya objek wisata Giri Sembung akan banyak dikenal," ungkapnya.
Baca Juga: KAI Buka Rekrutmen 2026, lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
Sutarman menjelaskan, objek wisata Giri Sembung akan menjadi pemantik wisata minat khusus sport tourism.
Pihaknya juga akan mengarahkan desa wisata sekitar, untuk menyediakan beragam paket wisata sport tourism. Salah satunya wisata arung jeram di Gerbang Samudera Raksa.
Sementara itu, atlet paralayang asal Jawa Barat Galih Gani menyampaikan, antusiasnya mengikuti kejuaraan Festival Paralayang 2026.
Antusiasnya berasal dari pengalam pertama mencicipi langit Bumi Binangun dalam kegiatan lomba. Apalagi, mata lomba yang dilombakan adalah ketepatan mendarat.
"Baru pertama kali ke sini, dan ini menambah wawasan dan pengalaman saya," ucap Gani.
Gani menyampaikan, sebelum mengikuti kejuaraan dirinya perlu berlatih terlebih dahulu. H-2 kejuaraan, dirinya telah sampai di Kulon Progo untuk uji coba.
Selama dua hari uji coba, dirinya merasakan perbedaan suasana dan adrenalin dari tempat lain. Menurutnya, Giri Sembung memiliki angin yang cukup kencang. Sehingga, durasi terbang menjadi cukup lama.
Baca Juga: View Master Jadi Mainan Populer Era 90-an; dengan 'Klik' Bisa Lihat ke Dunia Tiga Dimensi
Di samping itu, kecepatan rata-rata angin membuat pengoperasian paralayang cukup menantang. Terutama saat mendarat, di Lapangan Banjarasri.
Terkadang angin dari bawah cukup kuat, membuat pendaratan tak semudah yang dibayangkan. Sehingga setiap atlet sepertinya, harus memperhatikan kecepatan angin, arah angin, hingga mengukur jarak pendaratan. (gas)
Editor : Bahana.