KULON PROGO - Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI resmi dilantik di Balai Kalurahan Karangsari, Sabtu (15/8/2026) lalu. Dilantiknya askab menjadi tonggak awal pembangunan industri sepak bola yang profesional, aman, dan mandiri secara finansial.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan berharap, pelantikan Pengurus Askab PSSI Kulon Progo menjadi awalan dalam membangun industri sepak bola di Bumi Binangun.
Langka kerja askab harus diawali dengan pembentukan ekosistem industri di daerah. Lantaran, industri olahraga perlu modal besar, yang membutuhkan investasi dari sektor luar.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Pastikan Tak Ada PHK PPPK Paruh Waktu, Pilih Optimalisasi SDM dan Regrouping OPD
"Kita harus menumbuhkan ekosistem agar pembiayaan bisa setengah mandiri, lalu naik kelas menjadi full mandiri," ucap Agung, Minggu (16/8/2026).
Pembangunan industri sepak bola di daerah sangat dipengaruhi dengan ekosistem. Pembentukan ekosistem yang memberikan kenyamanan bagi pelaku olahraga dan investasi sangat dipengaruhi oleh kompetisi lokal.
Askab PSSI harus mampu membentuk kompetisi yang diselenggarakan secara profesional.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI harus digelar secara profesional, menjunjung tinggi fair play, dan sportivitas. Penyelenggaraan kompetisi juga harus mementingkan keamanan penonton, dan menghindari potensi anarkisme.
Baca Juga: Warga Sewon Ditangkap, Polisi Amankan 14 Linting Berisi Ganja Seberat 9,18 Gram
Jika hal itu dilakukan, seiring berjalannya waktu ekosistem industri sepak bola akan terbentuk.
Saat terbentuk, akan banyak investasi di sektor sepak bola Bumi Binangun. Jika investasi masuk, masalah pembiayaan dapat tertangani. Industri sepak bola dinilai mampu dibiayai dari pecinta olahraga dan investasi. Mandiri secara finansial berarti menjadi sarana untuk pembinaan atlet di tingkat daerah.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kulon Progo Muhtarom Asrori menjelaskan, pengurus baru saja terbentuk dan dipimpin olehnya. Ia menyatakan kesiapannya bersama jajaran pengurus untuk mengabdikan diri membangun ekosistem sepak bola daerah.
"Kita wakafkan dan ikhlaskan untuk pengabdian memajukan sepak bola Kulon Progo," ungkapnya.
Baca Juga: Penentuan Desil Meleset, Warga Kota Jogja Keluhkan Kondisi Ekonomi Menengah Tapi Tercatat Desil 10
Muhtarom menargetkan, agar sepak bola di Kulon Progo mampu bersaing dengan kabupaten kota di DIY. Program yang selama ini telah diselenggarakan akan tetap dilakukan dengan dasar evaluasi.
Termasuk penyusunan program baru. Saat ini, pihaknya sedang menjalin konsolidasi antar pengurus untuk menentukan langkah strategis. Struktur kepengurusan juga akan dibentuk sesuai pengalaman hingga keahlian. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita