Guru SR Kulon Progo Ikut Menemani Siswa Tidur di Asrama, Biasakan Gosok Gigi hingga Tanggung Jawab jika Ngompol

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:10 WIB

 

Tugas Tambahan Guru SR Kulon Progo, Menenangkan dan Menemani Siswa Tidur di Asrama, Biasakan Gosok Gigi hingga Tanggung Jawab jika Ngompol
Tugas Tambahan Guru SR Kulon Progo, Menenangkan dan Menemani Siswa Tidur di Asrama, Biasakan Gosok Gigi hingga Tanggung Jawab jika Ngompol

 

 

Siswa Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo resmi hidup di asrama sekolah sejak Jumat, (31/7) lalu. Selama hidup di asrama, siswa memulai pembiasaan baru. Namun, masih ada segelintir siswa yang membawa kebiasaan dari rumah ke asrama. Mulai dari mengompol saat tidur hingga menangis meminta untuk pulang.

Ada tugas tambahan bagi para guru SR Kulon Progo. Selain tugas mengajar, tiap malam selama tiga hari terakhir mereka mendengarkan keluhan serta curhatan siswa.

Selain memberikan bimbingan kemandirian, pihak sekolah membimbing psikologis siswa. Pasalnya, mental siswa cukup terguncang saat terpisah dengan keluarga. Bahkan beberapa siswa, selama tiga hari terakhir menangis. Lantaran, kangen dengan keluarga.

Baca Juga: Ingatkan Pentingnya Identitas Digital, Disdukcapil Bantul Targetkan Capaian IKD Tembus 30 Persen Tahun Ini

Tak hanya kangen dengan keluarga, siswa menangis karena terbiasa tidur dengan orangtua. Sedangkan, saat di asrama siswa tidur di ranjang sendiri-sendiri. "Akhirnya wali asrama menemani tidur, sambil menenangkan agar anak terbiasa," ungkap Wali Asrama SR Kulon Progo Asih Suryati, Selasa (4/8).

Wali asrama ibarat orangtua baru bagi anak. Tentu tugas orangtua melakukan pembimbingan ke anak. Sejauh ini, masih banyak anak yang membawa kebiasaan buruk dari rumah ke asrama. Terutama masalah kebersihan tempat tidur.

Beberapa anak juga tak memiliki kebiasaan gosok gigi. Lantaran, di rumah mereka tak memiliki fasilitas sikat gigi. Alhasil, wali asrama harus mengajari cara menggosok gigi. Termasuk cara merapikan kamar tidur.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Telah Berjalan, tapi Seragam Gratis Belum Terdistribusi, Ini Alasan Disdikpora Bantul

Apabila siswa masih merasakan kesedihan mendalam, guru akan menghubungkan siswa dengan keluarga, melalui sambungan telfon. Tujuannya, untuk mengobati rasa kerinduan. Melalui sambung video call itu, orangtua juga diminta menyemangati anak.

"Ada beberapa siswa tidak lebih dari 10 yang menangis, ada putra ataupun putri, itu sangat wajar," ungkap Plt Kepala Sekolah SR Terintegrasi 1 Kulon Progo Agus Ristanto. 

Selain siswa yang rindu dengan keluarga, kesedihan siswa juga berhubungan mengenai penggunaan gadget. Pasalnya, penggunaan gadget di asrama dan aekolah dibatasi sekali seminggu. Siswa diminta berinteraksi dengan sesama, agar tak tergantung dengan gadget.

Baca Juga: Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti

Siswa mengompol di tempat tidur juga sempat ditemui oleh pihak sekolah. Kebiasaan mengompol, dianggap hal yang harus diatasi. Pihaknya melakukan pembimbingan dan memperkuat mental siswa atas kejadian itu.

 Tujuannya agar siswa tidak merasakan malu, tapi tetap mau bertanggungjawab. "Ada yang mengompol, tapi kami ajari juga cara membersihkan kasurnya," ungkapnya.

Kehidupan siswa di asrama, yang menuntut harus mandiri dan jauh dari orangtua jadi pengalaman baru siswa. Selama MPLS siswa dibimbing untuk beaktivitas secara mandiri. Dimulai dari merapikan kamar setelah bangun tidur, hingga mencuci pakaian sendiri.

Baca Juga: Sebut BPKP Juga Berhak Mengaudit, Polda dan Kejati DIY Siap Hadapi Sidang Praperadilan Reno

"Kami melalui wali asrama membimbing dan mengajari siswa, kalau ada yang tidak bisa mencuci kami ajari," ucap Agus.

Pembiasaan kehidupan asrama memang mengalami tantangan. Namun, pihaknya secara bertahap akan mendampingi setiap siswa. Pihaknya berharap agar orangtua tak khawatir dengan anak.

Terkadang sifat orangtua yang overprotektif dengan anak justru menjadi penghambat pertumbuhan kemandirian anak. (pra)

Editor : Heru Pratomo
mengompol Kulon Progo asrama Sekolah Rakyat sikat gigi