Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MPLS 2026 SMPN 4 Pengasih Kulon Progo Tetap berlangsung, Walau Hanya Empat Siswa yang Mendaftar

Anom Bagaskoro • Senin, 13 Juli 2026 | 14:47 WIB
SEMANGAT: Guru memperkenalkan empat siswa baru yang akan bersekolah di SMPN 4 Pengasih. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SEMANGAT: Guru memperkenalkan empat siswa baru yang akan bersekolah di SMPN 4 Pengasih. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Krisis siswa yang dihadapi SMP Negeri 4 Pengasih tak membuat semangat pengajar dan siswa kendur.

Pasalnya, pihak sekolah tetap menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) meski siswa baru yang mendaftar hanya empat anak.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 4 Pengasih Supriyadi mengatakan, jumlah pendaftar dalam SPMB 2026 hanya ada lima calon siswa.

Namun, satu siswa tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang ditetapkan.

Baca Juga: Prancis vs Spanyol, Tanggapi Santai Yapping Lamine Yamal, Ibrahima Konate: Kita Lihat Siapa yang Akan Menang

"Walau hanya empat siswa, kami tetap menggelar MPLS semaksimal mungkin," ucap Supriyadi, saat ditemui Radar Jogja, Senin (13/7/2026).

Jumlah siswa yang sedikit ini, membuat sekolah memutar otak agar MPLS dapat  berlangsung meriah dan sesuai esensi pengenalan lingkungan baru.

Hari pertama MPLS, siswa baru dikumpulkan bersama semua warga sekolah.

Dalam hal ini, siswa kelas 8 dan 9 ikut serta.

Keikutsertaan mereka dalam rangka mengenalkan seluruh siswa.

Baca Juga: H. Heru Bantolo Resmi Jadi Ketua DPD Partai Hanura DIY di Musda IV: Soliditas dan Komitmen Baru untuk Yogyakarta

Siswa kelas 8 dan 9 turut menggunakan name tag yang dibuat secara sederhana.

Tujuannya, agar siswa baru tak kesulitan menyapa kakak kelas 

Siswa baru turut mendapat name tag buatan sekolah.

Selama lima hari kedepan, kegiatan siswa baru masih seputar pengenalan sekolah dan diselingi fun game bersama siswa kelas lain.

Menurut Supriyadi, ada beberapa faktor, sehingga jumlah siswa yang diterima SMPN 4 Pengasih menurun drastis dibanding tahun lalu. 

Penyebab utamanya, ialah penurunan jumlah lulusan sekolah dasar dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Kisah Anak Pengemudi Ojek di Semarang: Gagal Masuk Sekolah Negeri, Akhirnya Bisa SMA Gratis Lewat Sekolah Kemitraan

Penurunan jumlah lulusan disebabkan faktor demografi masyarakat.

Terjadi penurunan angka kelahiran, membuat sekolah dasar di Perbukitan Menoreh tak banyak menerima siswa.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa SD yang hanya memiliki rata-rata belasan siswa di setiap kelasnya.

Sementara itu, orangtua siswa, Sutilah, mengaku tak masalah apabila anaknya bersekolah di SMPN 4 Wates, walau sedang menghadapi krisis siswa.

Menurutnya, SMPN 4 Pengasih tetap memberikan layanan pendidikan terbaik entah dengan kondisi apapun.

Baca Juga: Sejarah Panjang Rivalitas Inggris vs Argentina, dari Tangan Tuhan Maradona dan Laga Pertama Lionel Messi Melawan Three Lions

"Tidak masalah, anak saya juga mau kesini," ungkapnya.

Terlepas dengan kondisi sekolah, Sutilah mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah.

Keluarga memang sengaja mendaftarkan anaknya ke SMPN 4 Pengasih yang hanya berjarak 100 meter dari rumah.

Pertimbangan jarak ini tak bisa ditemukan di SMP lain.

Pasalnya jarak SMP lain terdekat, mencapai 3 kilometer. 

Siswa harus berjalan kaki atau naik sepeda untuk mencapai sekolah.

Tak hanya jarak, kondisi geografis perbukitan turut menjadi pertimbangan penting dia dalam menyekolahkan anaknya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Krisis Siswa #SMPN 4 Pengasih Kulon Progo #MPLS 2026 #MPLS