KULON PROGO - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) pada jenjang SMA/SMK resmi ditutup, Selasa (7/7). Namun sejumlah sekolah di Bumi Binangun justru masih kekurangan siswa akibat jumlah lulusan yang sedikit. Salah satunya di SMKN 1 Girimulyo yang terletak di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMKN 1 Girimulyo Winarto menjelaskan adanya penurunan jumlah penerimaan siswa pada SPMB 2026. Penurunan ini cukup mengagetkan, mengingat tahun 2025 lalu jumlah penerimaan siswa cukup banyak.
"Tahun ini memang cukup mengagetkan, kami mengalami penurunan signifikan," ucap Winarto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Selasa (7/7).
Baca Juga: SPMB Cadangan Ditutup, Mayoritas Kursi Kosong SMA Negeri di Kota Jogja Akhirnya Terisi
Winarto menjelaskan, pihak sekolah kaget dengan penurunan penerimaan siswa. SMK Negeri 1 Girimulyo membuka tiga jurusan dengan empat kelas. Tahun ini, jurusan akutansi menerima 20 siswa dari 36 kursi yang disediakan. Jurusan teknik sepeda motor menerima 39 siswa dari 72 kursi tersedia. Sedangkan, jurusan teknik kendaraan ringan baru terisi 30 siswa dari 36 kursi tersedia.
Angka penerimaan tahun ini, mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Lantaran, rata-rata siswa per kelas di tahun sebelumnya mencapai 30 siswa. Sedangkan di tahun ini, hanya 22 siswa per kelas.
Secara regulasi, SPMB telah resmi ditutup. Namun, kekurangan siswa di SMKN 1 Girimulyo membuat sekolah tetap membuka penerimaan siswa. Penerimaan siswa ini, dikhususkan bagi masyarakat disekeliling sekolah. Tujuannya, agar keterisian kelas mencukupi. "Kami masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab kekurangan siswa," tegasnya.
Winarto menduga berkurangnya jumlah penerimaan siswa disebabkan krisis lulusan. Jika melihat SMP atau MTs terdekat, jumlah lulusan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini membuat jumlah lulusan SMP.sederajat yang lanjut ke SMK semakin menurun.
Padahal selama ini, SMKN 1 Girimulyo menjadi rujukan sekolah kejuruhan di Kapanewon Girimulyo. Bahkan, masyarakat Kabupaten Purworejo turut menjadi siswa mereka, karena letaknya berada di perbatasan. Namun demografi lulusan SMP yang terus berkurang, membuat sekolah ini kehilangan siswa pada SPMB kali ini. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun