KULON PROGO - Pembangunan pintu utara Stasiun Wates terus direalisisasikan Pemkab Kulon Progo. Kini, masuk tapah perencanaan hingga perizinan.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo Yuniar Wibowo menjelaskan, usulan pembangunan pintu utara telah mencapai kata sepakat. Kesepakatan ini dilakukan antara bupati Kulon Progo dengan PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaapai (BTP) Kelas 1 Semarang. Kesepakatan ditindaklanjuti dengan dimulainya perencanaan. "Sudah beberapa kali pembahasan, dan kebetulan kami ditugaskan untuk mengurus perencanaan dan perizinan," ucap Yuniar Senin (15/6).
Baca Juga: 13 Sekolah Dasar Nihil Pendaftar, Total 414 SD di Gunungkidul Kekurangan Murid
Kedua anggaran untuk proses ini, akan ditanggung lewat APBD Kulon Progo. Sedangkan, proses pembangunan sepenuhnya ranah BTP Semarang.
Pelaksanaan tahap perencanaan dan perizinan difokuskan berjalan tahun ini. Khusus tahap perencanaan, dishub diminta menyiapkan faeasibilty study (FS), analisis dampak lalu lintas (andalalin), dokumen lingkungan, hingga basic engineering design (BED).
Baca Juga: Ini Respons Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Tengah Kenaikan Harga BBM, Imbau Masyarakat Begini
Masterplan BED, lanjutnya, menununjukkan pintu utara akan tegak lurus dengan Alun-Alun Wates. Nantinya akan memanfaatkan area Stasiun Wates dan trotoar Alun-Alun Wates yang terhubung ke jalan lingkar. "BED ini akan menjadi dasar pembuatan DED di tahun selanjutnya," ungkapnya.
Selain perencanaan, penambahan pintu utara memerlukan izin ke pemilik lahan. Stasiun Wates berdiri di atas lahan milik Paku Alam. Sehingga proses perizinan tanah atau palilah harus diurus sebelum pembangunan.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyebut, sejumlah dokumen persyaratan agar pembangunan segera terealisasi telah disanggupi. "Komitmen pemkab masih sama, tentu syaratnya segera terpenuhi," ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita