Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaku Wisata di Kulon Progo Ketir-Ketir Dengar Rencana Presiden Prabowo

Anom Bagaskoro • Senin, 8 Juni 2026 | 23:45 WIB

 

Kondisi salah satu hotel di dekat Bandara YIA.
Kondisi salah satu hotel di dekat Bandara YIA.

 

 

KULON PROGO - Kebijakan reaktivasi Bandara Adi Sucipto yang disebut Presiden RI Prabowo Subianto dikhawatirkan mengganggu ekosistem pariwisata di Bumi Binangun. Padahal ekosistem pariwisata saat ini mulai terbentuk.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo Sumantoyo menjelaskan, kebijakan reaktivasi Bandara Adi Sucitpto di Sleman membuat ketir-ketir pelaku usaha di sektor pariwisata.

 Khususnya industri restoran dan hotel. Lantaran, keberadaan YIA diakui sebagai bandara yang mampu menarik kunjungan.

Baca Juga: Rumah Mutfiana di Seyegan Sleman bak Tempat Wisata; Didatangi Banyak Orang, Dipakai Live Streaming, Sudah 111 Kali Terbakar

"Kami khawatir itu mengganggu sektor pariwisata yang sedang terbentuk di Kulon Progo," ucap Sumantoyo, Senin (8/6).

YIA, kata dia, telah melayani berbagai maskapai dan pesawat komersil. Selama itu pula, banyak penumpang moda transportasi udara yang mampir dan berkunjung di Kulon Progo. Hal ini membuat hotel, restoran, dan tempat wisata ramai dikunjungi.

Keberadaan YIA, mampu mendongkrak okupansi hotel. Rata-rata okupansi hotel di Kulon Progo mampu meningkat menjadi 25 persen. Apabila bandara Adi Sucipto kembali aktif, maka berpotensi menurunkan angka okupansi.

Baca Juga: Warga Muntilan Pasang Rambu Larangan Pembatasan Truk Berat, Cegah Kerusakan Jalan Lebih Parah

Menurutnya, kekhawatirannya cukup normal. Pasalnya, diaktifkannya Adi Sucipto membuat pola berpergian masyarakat kembali berubah. Paling terlihat, masyarakat Kota Jogja dan daerah yang lebih dekat dengan Adi Sucipto tentu akan memilih bandara terdekat, dibanding YIA. Padahal masyarakat disana merupakan target pasar yang tinggi. "Masyarakat pasti memilih yang dekat," ungkapnya.

Selain mengganggu ekosistem yang sedang berkembang, reaktivasi Adi Sucipto dapat berdampak ke penelantaran YIA. Pasalnya, minat masyarakat akan kembali mengarah ke Adi Sucipto.

Baca Juga: Tempat Pilah Sampah di Bantul Terbakar gegara Botol Parfum Meledak, Kerugian Capai Rp 10 Juta

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan berpendapat reaktivasi Adi Sucipto tak akan berdampak ke aktivitas di YIA.

 Lantaran, layanan penerbangan di Adi Sucipto terbatas di penerbangan dengan pesawat baling-balimg atau berukuran kecil. "Pergeseran ekonomi pasti ada, tetapi tidak terlalu signifikan," ungkapnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#reaktivasi #Kulon Progo #Bandara Adi Sucipto Jogja #YIA #phri