Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Telur Ayam Merosot Gegara Stok Melimpah

Anom Bagaskoro • Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB
RAPI: Pedagang telur di Pasar Desa Sentolo menata dagangannya - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
RAPI: Pedagang telur di Pasar Desa Sentolo menata dagangannya - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Komoditas telur ayam di Bumi Binangun mengalami penurunan harga drastis. Hal ini dipicu kenaikan jumlah stok di pasaran, akibat minimnya peminat, terutama di masa menjelang Idul Adha.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Desa Sentolo Fitri Mirani mengaku penurunan harga telur telah terjadi selama beberapa pekan. Idealnya harga telur dibanderol Rp 30 ribu dalam kondisi stabil. Namun, harga telur secara bertahap justru mengalami penurunan.

"Seminggu lalu, harganya masih Rp 28 ribu, sekarang sudah Rp 28 ribu per kilogram," ucap Fitri, saat ditemui di lapaknya, Kamis (14/5).

Fitri menyampaikan, komoditas telur di beberapa wilayah di Bumi Binangun berasal dari peternak lokal, seperti di Kapanewon Lendah atau Pengasih.

Penurunan harga telur, disinyalir akibat melimpahnya stok dari peternak. Banyak peternak yang menambah produksi telur. Padahal kondisi ekonomi saat ini menurunkan daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat dinilai akibat pola konsumsi yang berubah.

Baca Juga: Nelayan Hilang Insiden Perahu Terbalik di Kawasan Pantai Baru Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

Kendati mengalami penurunan, harga telur diprediksi akan mengalami kenaikan saat Idul Adha nanti. Mengingat setelah Idul Adha kegiatan masyarakat seperti pernikahan akan banyak dijumpai. Kebanyakan kegiatan itu akan mengonsumsi komoditas telur dalam skala besar. Alhasil, permintaan kembali stabil dan perlahan mengerek harga.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang Pasar Wates Tabah Prayitno. Harga komoditas telur yang dibawah harga stabil telah terjadi selama tiga pekan terakhir. Harga telur dianggap mengalami fluktuasi mulai dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu. Namun, rata-rata harga telur selama tiga pekan berkisar Rp 25 ribu.

"Wajarnya harga telur Rp 30 ribu, ini masih di bawah itu," ungkapnya.

Menurutnya penurunan harga disebabkan oleh melimpahnya stok dari peternak. Hal ini berbeda dengan minat pasar yang cenderung stabil. Alhasil, hukum pasar pun terjadi, harga mengalami penurunan. Kondisi itu tak membuat Tabah mengurangi stok telur dagangannya. Lantaran, harga telur dapat mengalami kenaikan. Di samping itu, kebanyakan pelanggannya merupakan pemilik usaha rumah makan yang cenderung melakukan pembelian stabil. (gas)

Editor : Bahana.
#harga telur anjlok #Kulon Progo