KULON PROGO - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler kembali digelar di Bumi Binangun.
TMMD Reguler ke-128 menyasar Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, meliputi pembangunan fisik dan nonfisik.
Dandim 0731 Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma menjelaskan,
Program fisik menyentuh rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jalan atau talud, hingga pembuatan sumur.
Baca Juga: Susunan Pemain Resmi PSIM Jogja vs Persija Jakarta, Haljeta Kembali Dicadangkan
Program nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, pencegahan narkoba, hingga penataan pengendalian sampah.
"TMMD akan digelar selama satu bulan atau 30 hari, melibatkan 300 personel satgas," ucap Letkol Inf Dyan, Rabu (22/4/2026).
Yang paling menonjol program fisik perbaikan jalan rabat beton sepanjang 1,2 kilometer lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter.
Talud Jalan 175 meter, tinggi 1,9 meter, tebal 0,35 meter, pembangunan RTLH 10 unit, Pembangunan 5 unit Sumur Bor,
Rehabilitasi 2 unit masjid dan Pembangunan Jambanisasi 1 Unit.
Baca Juga: Menjaga Jantung Tetap Sehat: Kunci Hidup Lebih Panjang dan Berkualitas
Perbaikan jalan rabat beton sesuai permintaan masyarakat lantaran
menjadi akses utama keluar masuk desa setempat.
Program nonfisik sesuai kebutuhan masyarakat yaitu melakukan penyuluhan pencegahan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Penyuluhan ini memberikan edukasi ke masyarakat Sidorejo yang mayoritasnya memiliki hewan ternak.
"Kami juga menyediakan layanan kesehatan gratis, hasil kerjasama dengan pemkab," ungkapnya.
Termasuk menjawab masalah dasar masyarakat kebutuhan kesehatan dapat dikonsultasikan melalui layanan kesehatan gratis.
Kodim 0731 menerjunkan dokter klinik yang bekerjasama dengan Dinkes Kulon Progo.
Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League PSIM Jogja vs Persija Jakarta, Rabu 22 April 2026
Layanan kesehatan ini memberikan kesempatan cek kesehatan dan pemberian obat dasar kepada masyarakat.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menambahkan, kegiatan ini kolaborasi pemkab dan TNI, TMMD untuk menjawab kesenjangan pembangunan di tingkat kalurahan.
Terutama masalah infrastruktur dan kemiskinan.
Disebutkan, Kalurahan Sidorejo memiliki sejumlah KK yang masuk kategori kurang mampu serta membutuhkan RTLH.
"Harapannya kesenjangan pembangunan tidak terlalu jauh," ucapnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva