KULON PROGO - Komisi C DPRD DIY melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Sungai Serang, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih.
Ditemukan pelebaran ekstrem sungai hingga keluhan banjir di pemukiman warga.
Anggota Komisi C DPRD DIY Lilik Saiful Ahmad menjelaskan, kunjungan Komisi C berkaiitan dengan aspirasi masyarakat sekitar Sungai Serang.
Masyarakat mengeluhkan ke lembaga legislatif terkait kondisi Sungai Serang yang kritis.
"Di Padukuhan Dayakan, Pengasih, terdapat pelebaran sungai," ucap Lilik, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Stefano Cugurra Berharap Dukungan Penuh Suporter Saat PS Barito Putera Menjamu PSS Sleman
Lilik menyampaikan, Sungai Serang mengalami pelebaran cukup banyak.
Hal ini merupakan karakteristik sungai yang memiliki pol berkelok-kelok menyebabkan meandering sungai.
Dampak pelebaran ini, tanah warga di luar tanah sungai ikut mengalami erosi.
Erosi mencapai lebar 10 meter dengan panjang 150 meter.
Jika dibiarkan, pelebaran sungai akan terus berlanjut, tanah warga juga akan terkikis pelan-pelan.
Erosi di bibir sungai nantinya akan meluas, hingga mengancam infrastruktur jalan.
Baca Juga: Krisis Guru, Pengajar di SMP Negeri 1 Wates Kulon Progo Mengajar 18 Kelas
Tepatnya, Jalan Dayakan-Pengasih yang berdekatan langsung dengan sungai terancam putus.
"Beberapa waktu lalu, pemukiman disini juga banjir," ungkapnya.
Lilik mengaku, warga khawatir dengan kondisi sungai yang penuh sedimentasi.
Mengingat sedimentasi mengurangi jumlah tampungan air di dalam sungai. Dampaknya, debit air sungai naik hingga banjir ke wilayah pemukiman.
Komisi C DPRD DIY, nantinya akan mengusulkan pembangunan talud di bibir sungai ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Menurutnya, setiap tahun BBWSSO memiliki anggaran untuk normalisasi dan pembangunan talud sungai.
Lembaga legislatif nantinya, mendorong agar anggaran tersebut dapat dikucurkan di titik-titik prioritas.
Sementara itu, salah satu warga Suryo Pidekso mengaku kekhawatiran masyarakat sekitar saat hujan lebat.
Selama musim hujan tahun lalu, masyarakat tak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, area pemukiman terancam banjir hingga menggenang.
"Kalau masuk pemukiman kisaran satu meteran," ungkapnya.
Suryo juga menyoroti potensi longsor talud Jalan Dayakan-Pengasih.
Mengingat dasar talud jalan mulai terkikis aliran sungai.
Jika dibiarkan jalan akan longsor hingga akses utama masyarakat terputus. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva