Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Guru, Pengajar di SMP Negeri 1 Wates Kulon Progo Mengajar 18 Kelas

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
KONSISTEN: Suharyadi tetap semangat walau harus mengajar dari pagi hingga sore hari. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
KONSISTEN: Suharyadi tetap semangat walau harus mengajar dari pagi hingga sore hari. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

Advertisement

 

KULON PROGO - Dunia Pendidikan di Kulon Progo menghadapi krisis guru. 

Di SMP Negeri 1 Wates misalnya.

Advertisement

Seorang guru harus mengajar belasan kelas, karena jumlah pengajar yang terbatas.

Guru Olahraga SMP Negeri 1 Wates Suharyadi menceritakan, beban mengajar belasan kelas PNS yang telah mengajar sejak tahun 1997 mengerti pahit manis perjuangan guru.

Utamanya, di tengah krisis kekurangan guru yang berdampak ke dirinya sendiri.

Dia menganggap apa yang dilakukannya sebagai wujud pengabdian untuk negara dan masyarakat.

"Sekarang mengajar 18 kelas, per minggunya 54 jam," ucap Suharyadi, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (8/4/2026).

Suharyadi menjelaskan, awal dirinya mengajar belasan kelas. 

Beberapa tahun lalu, ia memiliki rekan kerja guru olahraga yang dapat membagi beban mengajar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Guru, Pemkab Kulon Progo Justru Pinjamkan Guru ke Sekolah Rakyat

Krisis Guru, Pemkab Kulon Progo Justru Pinjamkan Guru ke Sekolah Rakyat

Pemkab Kulon Progo menghadapi masalah serius akibat kekurangan guru. Di tengah situasi ini, pemkab juga tak bisa berbuat banyak atas permintaan Kementerian Sosial RI untuk meminjamkan guru sebagai pengajar sementara Seko

Pemkab Kulon Progo Perluas Jaringan Air Bersih PDAM ke Perbukitan Menoreh Mulai 2027

Pemkab Kulon Progo Perluas Jaringan Air Bersih PDAM ke Perbukitan Menoreh Mulai 2027

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berkomitmen mempermudah akses air bersih bagi masyarakat di Bumi Binangun. Mulai tahun 2027 mendatang, wilayah Perbukitan Menoreh akan mulai disasar untuk perluasan sambungan di

Bagian dari Keistimewaan, 1.554 Kasus Pertanahan Kalurahan hingga Kasultanan Bakal Rampung 2029

Bagian dari Keistimewaan, 1.554 Kasus Pertanahan Kalurahan hingga Kasultanan Bakal Rampung 2029

Bagian dari Keistimewaan, 1.554 Kasus Pertanahan Kalurahan hingga Kasultanan Bakal Rampung 2029 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer