KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo mulai bersiap menyambut pekan olahraga daerah (Porda) 2027.
Meski tidak ada venue baru, dari sisi atlet hingga sarana prasarana (sarpras) telah disiapkan.
Diharapkan, tahun depan atlet Kabupaten Kulon Progo dapat meraih medali emas lebih banyak lagi.
Baca Juga: Kasus Korupsi BUMD PT SAK Kulon Progo: DPRD Minta BPKP Audit Menyeluruh
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi menegaskan tidak ada pembangunan vanue baru.
Pemkab hanya akan melakukan rehabilitasi venue lama.
"Fokus ke rehabilitasi saja," ucap Nur, Senin (6/4/2026).
Hal ini sesuai arahan Wakil Gubernur DIY, agar difokuskan pada persiapan atlet pada pelatihan dan pengembangan kemampuan.
Sehingga atlet bisa lebih siap bertarung di Porda.
Rehab sarpras akan menyasar dua lokasi.
Yakni, Stadion dan GOR Cangkring.
Nilai rehab mencapai Rp 8 miliar.
Rehabilitasi sarpras ini, tak hanya untuk menyambut porda.
Melainkan bagian dari pemeliharaan rutin yang terjadwal beberapa tahun sekali.
"Jadi bukan hanya karena porda, memang perawatan rutin," ungkapnya.
Baca Juga: Serahkan 72 Kekancingan di Gunungkidul, GKR Mangkubumi Ingatkan Tak Dijadikan Agunan Utang
Rehabilitasi dilakukan untuk memperpanjang usia bangunan yang hampir berumur belasan tahun.
Rehab juga mengantisipasi kerusakan bangunan, agar tak merembet ke fungsi lainnya.
Wakil ketua 1 Koni DIY Nolik Maryono menekankan pentingnya kolaborasi KONI dan Pemkab Kulon Progo dalam menghadapi tahun 2027.
Sebab di tahun tersebut akan menjadi tahun olahraga.
Kompetisi olahraga bergengsi, Porda hingga Porwanas akan digelar di tahun ini.
Sehingga, penyelenggaraan menuntut efektivitas tinggi.
"Kami ingin persiapan lebih awal, 2027 agenda padat mulai kualifikasi PON 2028, POMNas, Popnas," ungkapnya.
Nolik secara khusus membawa pesan dari Ketua KONI DIY KGPAA Paku Alam X.
Baca Juga: Bansos PKH dan BNPT Triwulan II Dipastikan Cair Pekan Kedua April 2026, Cara Cek Bansos!
Pesan tersebut, agar Pemkab Kulon Progo tidak memaksakan diri dalam membangun venue baru.
Sebab anggaran daerah terbatas.
"Timbang Nggo Mbangun, anggarannya lebih baik untuk pembinaan atlet," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva