Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,9 Km, BPPTKG Catat 105 Guguran Lava dalam Sehari

SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 1.900 meter ke arah Kali Sat/Putih selama periode pengamatan Jumat (24/7/2026) pukul 00.00–24.00 WIB. Hingga kini, status Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan harian MAGMA-VAR yang dirilis BPPTKG, kondisi cuaca di kawasan Gunung Merapi didominasi cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah sampai sedang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara berkisar antara 11,9 hingga 24 derajat Celsius, dengan kelembapan 56–99 persen.
Secara visual, puncak Merapi umumnya tampak jelas, meski sesekali tertutup kabut tipis. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Namun demikian, petugas berhasil mengamati awan panas guguran meluncur sejauh 1,9 kilometer ke arah Kali Sat/Putih, menandakan suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.
Aktivitas kegempaan Merapi juga masih cukup intens. Selama 24 jam, BPPTKG mencatat 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 33 milimeter dan durasi 129,42 detik.
Selain itu, tercatat 105 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 37 milimeter dan durasi 30,08–232,06 detik. Aktivitas ini menunjukkan masih seringnya material vulkanik meluncur dari kubah lava di puncak Merapi.
Petugas juga merekam 4 kali gempa low frekuensi, 73 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta 2 kali gempa tektonik jauh. Rangkaian aktivitas seismik tersebut mengindikasikan dinamika magma di bawah permukaan masih terus berlangsung.
Tidak hanya awan panas, BPPTKG juga mengamati 22 kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 2.000 meter.
BPPTKG menegaskan bahwa kondisi tersebut masih sesuai dengan karakter aktivitas Merapi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi awan panas guguran masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam rekomendasinya, BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer dari puncak.
Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




