Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keluarga Ariendra Ralea, Siswa SDN Gembongan Kulon Progo Sekolah Sembari Merawat Adiknya Sulit Mengakses Bantuan, Ternyata Ini Kendalanya!

Anom Bagaskoro • Jumat, 30 Januari 2026 | 18:01 WIB
KUNJUNGAN: DPRD Kulon Progo mengunjungi Lea Siswa SDN Gembongan. 
KUNJUNGAN: DPRD Kulon Progo mengunjungi Lea Siswa SDN Gembongan. 

KULON PROGO - Kisah mengharukan sekaligus membanggakan Ariendra Ralea, bocah SDN Gembongan, Kulon Progo mengundang simpati banyak orang bahkan tak luput dari perhatian DPRD Kulon Progo.

Lembaga legeslatif memastikan keluarga siswa perempuan yang akrab disapa Lea itu, mendapat akses bantuan.

Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono mengaku komisinya telah meninjau kondisi Lea, bocah yang baru berusia 9 tahun itu.

Menurutnya, siswa dan keluarga Lea layak mendapatkan bantuan.

Akan tetapi, keluarga lea tidak dapat mengakses bantuan lantaran secara data kependudukan, bukan penduduk asli Kulon Progo.

"Sudah kami cek keluarganya mendapat bantuan BPJS PBI dari pemerintah, tapi domisili Kabupaten Sleman," ucap Edi, Jumat (30/1/2026).

Edi menjelaskan, penerima bantuan masih tertera PBI di Kabupaten Sleman.

Akan tetapi, saat dicek kartu keluarga telah berdomisili di Kulon Progo.

"Sehingga perlu penyesuaian data ulang," bebernya.

Penyesuaian data perlu dilakukan agar mendapatkan bantuan PBI di Kulon Progo sesuai dengan domisili.

Sehingga pengobatan yang diterima ibu dari Lea, Rubiyanti dapat tuntas.

 

Selain jaminan kesehatan, anggota legeslatif memastikan hak anak terjamin.

Lea yang masih terlalu dini mengasuh adiknya sembari bersekolah, menurutnya, dapat mengganggu tumbuh kembang anak dalam proses belajar.

"Kami masih mencari skemanya seperti apa, agar selama sekolah tidak sambil merawat adik," ungkapnya.

Sementara itu, Panewu Sentolo Armawati menyampaikan pihaknya telah meninjau keluarga Lea.

Bantuan semantara telah disalurkan.

Akan tetapi, untuk mengakses bantuan permanen pihaknya masih menunggu perubahan data kependudukan.

"Skemanya, nanti anak bisa dititipkan di PAUD," ucapnya.

Armawati menjelaskan, kedua adik Lea dapat dititipkan di PAUD, jika ibu dan Lea sedang melakukan kegiatan di luar rumah.

Lantaran, Lea masih bersekolah dan ibunya sedang menjalani perawatan intensif.

Selain itu, PAUD menjadi solusi bagi balita untuk mendapat ruang belajar sekaligus bermain.

Namun, yang menjadi kendala adalah jam operasional PAUD.

Jam Operasional PAUD hanya sampai pukul 11.00 WIB.

Otomatis, pasca PAUD tak beroperasi anak harus kembali ke orangtuanya.

Sehingga, pihaknya masih menyesuaikan agar keamanan anak dapat terjamin. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Sekolah Sembari Merawat Adik #bantuan #Kulon Progo #Siswa SDN Gembongan #DPRD Kulon Progo #Ariendra Ralea #kisah mengharukan #SDN Gembongan