Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah Rakyat Kulon Progo Mengusung Konsep Ramah Lingkungan Tapi Tahan Gempa

Anom Bagaskoro • Minggu, 11 Januari 2026 | 10:01 WIB

PRESENTASI: Pelaksana proyek menjelaskan layout pembangunan sekolah rakyat ke masyarakat Gulurejo.
PRESENTASI: Pelaksana proyek menjelaskan layout pembangunan sekolah rakyat ke masyarakat Gulurejo.
KULON PROGO - Pembangunan sekolah rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah memiliki konsep unik didalamnya.

Terutama desain bangunan yang mengutamakan fungsi ramah lingkungan dan tahan gempa.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Haryo Satriyawan menjelaskan, desain sekolah rakyat di Kulon Progo dibuat seragam dengan 104 daerah lain. Tentu, desain telah dikaji sejak tahun 2025 lalu.

"Kiblatnya boarding school otomatis ada asrama, dengan sentuhan ramah lingkungan," ucap Haryo, Minggu (11/1).

SR Kulon Progo yang menelan anggaran Rp 214 miliar itu, didesain agar nyaman ditinggali selama bertahun-tahun.

Pasalnya, siswa SR memang diarahkan untuk menginap di asrama yang berada di kawasan SR.

Sehingga, siswa jenjang SD hingga SMA akan banyak menghabiskan waktu di dalam kawasan.

Di dalam kawasan SR, terdapat fasilitas sekolah yang mampu menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Fasilitas tambahan, berupa kantin dan lapangan olahraga. Sedangkan, asrama setiap jenjang dan putra/putri dibangun tidak berdekatan.

Salah satu yang menarik dari desain SR berupa pemusatan lahan terbuka. Perlu diketahui, SR Kulon Progo berada di lahan seluas 7,1 hektare dengan jumlah massa 24 bangunan. Kondisi ini, memberikan keluasan pada ruang terbuka hijau.

"Konsepnya gedung hijau ramah lingkungan, dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik," ucapnya.

Haryo menjelaskan, SR memiliki desain yang jauh berbeda dengan boarding school pada umumnya. Pasalnya, sekat antar bangunan gedung bukan lagi batas antar tembok.

Dalam desain, setiap bangunan dipisahkan dengan ruang terbuka hijau. Tujuannya, untuk optimalisasi sirkulasi udara dan pencahayaan. Tentu desain ini, ditujukan agar siswa dapat nyaman selama tinggal di dalam.

Batas ruang terbuka hijau dibangun menjadi area taman oleh Kementeria PU. Akan tetapi, operasionalnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Utamanya perihal visi sekolah rakyat untuk meningkatkan kapasitas peserta didik. Ruang terbuka hijau dapat digunakan untuk pengembangan kapasitas pada pertanian.

"Karena berada di wilayah dengan potensi gempa, tentu desain bangunan aman dari gempa," ungkapnya.

Wilayah DIJ yang pernah dihantam gempa dahsyat membuat desain SR dikembangkan lebih lanjut.

Bangunan telah didesain aman gempa. Maksudnya, bangunan dirancang bertahan jika diguncang gempa lebih dari 7-8 SR.

Jika diguncang gempa lebih tinggi lagi, bangunan setidaknya dapat menahan cukup lama selama masa evakuasi berlangsung.

Perihal unsur lokalitas daerah, Haryo menyebut desain SR telah diseragamkan oleh pemerintah pusat. Hanya saja terdapat kelonggaran agar bagian gerbang utama dapat disesuaikan dengan lokalitas dan budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Kulon Progo Ernawati Sukeksi menjelaskan pemkab mendukung penuh pembangunan SR. Pasalnya, SR merupakan sarpras pendidikan dengan tujuan utama mengentaskan kemiskinan.

"Daya tampungnya 1.080 siswa, dan semua siswa berasal dari keluarga miskin ekstrim," ucapnya.

Kategori siswa yang masuk dalam SR, berasal dari keluarga miskin ekstrim atau desil 1 hingga 2. Pihaknya telah ditugaskan untuk mencari calon siswa tersebut. Sehingga, saat pembangunan selesai, SR dapat beroperasional. Sedangkan tenaga pendidik nantinya akan disediakan oleh Kementerian Sosial. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Sekolah Rakyat