Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner menyampaikan, momen nataru tak lepas dari libur panjang. Selama itu pula, mobilitas masyarakat dengan kendaraan akan meningkat drastis.
"Kepadatan lalu lintas menjadi fokus kami," ucap AKBP Wilson, Minggu (21/12).
AKBP Wilson menyampaikan, potensi kemacetan akibat peningkatan jumlah kendaraan bakal terjadi.
Akan tetapi, pihaknya tak menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan jalur. Lantaran, peningkatan jumlah kendaraan di Kulon Progo diprediksi tak akan menjadi penumpukan.
Polres Kulon Progo hanya akan menyediakan beberapa personel di titik-titik kemacetan untuk mengurai kendaraan. Sehingga, dipastikan penumpukan kendaraan dapat dihindari.
Pengamanan tempat ibadah selama natal juga menjadi prioritas kepolisian. Pihaknya terus berkordinasi dengan Brimob DIY. Tujuannya, melakuka sterilisasi gereja sebelum pelaksanaan ibadah natal.
"Kami juga berfokus pada informasi cuaca dari BMKG," ungkapnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kepolisian memperhatikan kondisi cuaca. Pasalnya, prediksi puncak musim penghujan akan terjadi selama libur nataru.
Alhasil, potensi bencana bisa saja terjadi selama libur. Khususnya, wisatawan yang hendak berkunjung di Perbukitan Menoreh untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Pihaknya telah menjalin kordinasi dengan BMKG ataupun BPBD untuk kolaborasi penanganan bencana.
Sepanjang Nataru ini, Polres Kulon Progo menyiagakan 200 personel. Jika digabung dengan stakeholder lain, 315 personel disiapkan.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kulon Progo AKP Priya Tri Handaya menyampaikan, terdapat tiga pos yang disediakan untuk menyambut nataru. Diantaranya, dua pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
"Sudah disiapkan beberapa pos, pos pelayanan ada di Temon untuk tempat istirahat bagi warga yang melintas," ungkapnya. (gas)
Editor : Bahana.