Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus HIV AIDS Kulon Progo Turun, Tapi Angka Kematian Naik

Anom Bagaskoro • Senin, 15 Desember 2025 | 22:03 WIB
 
BINCANG: Anak muda berdialog terkait kasus HIV AIDS.
BINCANG: Anak muda berdialog terkait kasus HIV AIDS.
 
 
KULON PROGO - Kasus HIV AIDS menjadi perhatian Pemkab Kulon Progo.
 
Walau temuan kasus turun di 2025, namun angka kematian akibat HIV AIDS justru mengalami kenaikan.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulon Progo Arief Mustofa menyampaikan, temuan kasus HIV di Kulon Progo mengalami penurunan dibanding tahun 2024. 
 
Tahun 2025 ini, terdapat 30 temuan kasus penderita HIV AIDS di Kulon Progo.
 
"Ada penurunan, tahun 2024 ada 49 kasus baru sedangkan tahun 2025 ada 30 kasus baru," ucap Arief, saat ditemui Radar Jogja di Ruang Adikarto, Kompleks Pemkab Kulon Progo, usai peringatan Hari HIV AIDS 2025, Senin (15/12/2025).
 
Baca Juga: Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Kewek, Maret 2026 Diharapkan Terlaksana
 
Arief menjelaskan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan atau screening di layanan kesehatan. 
 
Oleh karena itu, terdapat kemungkinan penambahan kasus HIV AIDS. 
 
Lantaran, kasus HIV AIDS merupakan fenomena gunung es. 
 
Jika penderita tak melakukan cek kesehatan, dipastikan tak terdeteksi.
 
Temuan Dinkes Kulon Progo juga menunjukkan adanya tingkat kematian yang naik drastis.
 
Tingkat kematian akibat HIV AIDS mencapai angka 20 persen atau enam kematian akibat HIV AIDS. 
 
Baca Juga: Tak Hanya Asnawi, Shin Tae-Yong Juga Bantah Ada Masalah Ruang Ganti dan Jabatan Kapten Timnas Indonesia
 
Angka ini, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 16 persen.
 
Penyebab angka kematian tinggi, dipengaruhi beberapa faktor. 
 
Paling banyak, akibat pasien tak melakukan pengobatan optimal. 
 
Kebanyakan ODHA meninggal dunia, karena imun tubuh tak bekerja dengan baik.
 
Lantaran, HIV menyerang kekebalan tubuh, membuat penderita gampang terserang penyakit.
 
"Penyebabnya macam-macam, karena pendetita HIV AIDS mudah terserang penyakit," ungkapnya.
 
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Natal-Tahun Baru 2025 serta Tanggal Merah 2026
 
Selain itu, kebanyakan kematian akibat HIV AIDS juga disebabkan penderitanya terlambat diagnosa. 
 
Hampir 30 persen temuan kasus HIV AIDS di Kulon Progo didapati saat penderita mencapai stadium 3 sampai 4.
 
Dengan beragam temuan itu, Dinkes Kulon Progo mengupayakan beragam bantuan. 
 
Salah satunya, bantuan kebutuhan pokok bagi penderita HIV AIDS. 
 
Terutama bantuan pengobatan di layanan kesehatan.
 
Di samping itu, screening HIV AIDS digencarkan di setiap puskesmas untuk deteksi dini. 
 
Baca Juga: AC Milan 2-2 Sassuolo, Dua Gol Rossoneri Dianulir, Jay Idzes Cs Curi Satu Poin di San Siro
 
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi sarana utama screening HIV AIDS di masyarakat.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, pentingnya pencegahan HIV AIDS, terutama di kalangan anak muda. 
 
Anak muda diminta menghindari pergaulan bebas, yang berpotensi dalam penularan HIV AIDS.
 
"Kami berupaya agar anak muda menghindari potensi penularan," ungkapnya.
 
Ambar menyampaikan, sosialisasi ke sekolah menjadi penting. 
 
Baca Juga: Pemancing Diduga Hanyut di Sungai Boyong, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
 
Selain untuk memberikan pengetahuan, sosialisasi berperan memberikan pemahaman ke masyarakat luas. 
 
Lantaran, banyak stigma buruk yang di masyarakat yang menyudutkan penderita HIV AIDS. 
 
Padahal penularan HIV AIDS tak hanya dari hubungan badan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#hiv aids #Kulon Progo #ODHA #Pemkab Kulon Progo #HIV AIDS Kulon Progo