Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Kulon Progo Klaim Embarkasi Jadi Pemantik Perputaran Ekonomi Daerah

Anom Bagaskoro • Senin, 10 November 2025 | 23:06 WIB
ANTRE: Penumpang pesawat menunggu proses cek in bagasi. 
ANTRE: Penumpang pesawat menunggu proses cek in bagasi. 

KULON PROGO - Yogyakarta International Airport (YIA) terpilih sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji 2026.

Kondisi ini, diklaim mampu memantik perputaran ekonomi di Bumi Binangun.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan terpilihnya YIA menjadi angin segar perputaran ekonomi di Bumi Binangun.

Pasalnya, bandara embarkasi dan debarkasi biasanya mampu menarik kunjungan regional.

"Embarkasi mampu memberikan manfaat pada perekonomian daerah," ucap Agung, Senin (10/11/2025).

Agung menjelaskan, ribuan jamaah dipastikan berkunjung ke Bumi Binangun.

Lantaran, Kulon Progo akan menjadi titik pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji.

Tak hanya jamaah haji asal DIY, namun beberapa kabupaten kota lain di Jawa Tengah turut serta diberangkatkan dari YIA.

Hal inilah yang membuat perputaran ekonomi di regional dapat terjadi.

Pasalnya, kebutuhan dasar jamaah haji dapat dipenuhi melalui perdagangan lokal.

Mulai dari komoditas barang hingga jasa yang dimiliki masyarakat dapat dipenuhi dan memberikan manfaat ke ekonomi lokal.

Di samping itu, pendapatan asli daerah berpotensi mengalami kenaikan.

Pasalnya, hotel di Kawasan YIA sebagai penginapan haji dapat menaikkan okupansi.

Dampaknya, akan terasa di pajak hotel dan restauran. Pemicunya berasal dari jumlah pengunjung yang menginap.

"Kemungkinan besar perolehan pajaknya akan bertambah, potensinya sedang kami hitung," ungkapnya.

Selain potensi dari pajak, hotel-hotel kawasan bandara mendapatkan suntikan dari keterlibatan dalam penyelenggaraan haji.

Pasalnya, banyak hotel di Kulon Progo belum mampu menaikkan nilai okupansinya.

Sebelumnya, Ketua PHRI Kulon Progo Sumantoyo sempat pesimis dengan nilai okupansi hotel di Bumi Binangun.

Pasalnya, nilai okupansi cenderung stagnan di angka 60%.

Nilai itu, sempat mengalami penurunan menjadi 20% akibat kebijakan larangan study tour.

Terlebih kondisinya diperparah dengan tak adanya relaksasi pajak hotel. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#debarkasi #Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #Perputaran Ekonomi Daerah #jamaah haji #YIA #Pemkab Kulon Progo #embarkasi