Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Kulon Progo Mantapkan Langkah Jadi Kabupaten Herbal, Gandeng Akademisi Kembangkan Potensi Tanaman Herbal di Kawasan Perbukitan Menoreh

Anom Bagaskoro • Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:00 WIB

 

 

AUDIENSI: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menerima diskusi dengan Civitas UAD.
AUDIENSI: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menerima diskusi dengan Civitas UAD.

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo berkolaborasi mengusung metode pentahelix untuk mengembangkan Bumi Binangun.

Kali ini, pengembangan dilakukan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengajak seluruh komponen mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga akademisi.

Komitmen kolaborasi dengan akademisi diperjelas saat audiensi antara Pemkab Kulon Progo dengan PPK Ormawa UAD yang menegaskan peran kolaborasi akademisi dalam mengembangkan Kulon Progo Kabupaten Herbal.

"Kulon Progo sebagai kabupaten herbal perlu digalakkan kembali," ucap Agung, Rabu (29/10/2025).

Agung mengapresiasi PPK Ormawa UAD dalam pengabdian di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.

Pasalnya, civitas akademika melakukan pengabdian dan pendampingan untuk masyarakat Purwosari menyasar potensi wilayah Perbukitan Menoreh.

Purwosari identik dengan geografi perbukitan, memiliki potensi tanaman herbal. Bahkan potensi ini, telah ada sejak nenek moyang. Mulai dari tanaman jahe, rosela, hingga empon-empon lain dapat ditemukan di sana.

Selain sektor pertanian, masyarakat Purwosari sejatinya telah akrab dengan tanaman herbal.

Sebab, tanaman herbal sering digunakan untuk jamu tradisional. Beberapa rumah warga juga sengaja menanam sebagai apotek rumah tangga dengan metode tanaman obat keluarga (TOGA).

"Jika dikembangkan, rosela hingga pegagan memiliki nilai ekonomis tinggi," ujarnya.

Hadirnya akademisi seperti PPK Ormawa UAD diharapkan memberikan dampak pada sektor pengolahan tanaman obat.

Masyarakat diikutsertakan dalam pendampingan yang bermuara pada pengolahan tanaman herbal.

Sehingga, masyarakat dapat mengolah tanaman agar menjadi tambahan penghasilan.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana PPK Ormawa Muhammad Rifqi Rahadi mengatakan, output dari penelitian dikembangkan menjadi pengabdian dan pendampingan masyarakat.

Mendapat dukungan dari pemkal dan pemkab, PPK Ormawa membangun balai konservasi Toga di lahan seluas 1.400 meter persegi.

 Baca Juga: Prediksi Lorient vs PSG Ligue 1 Kamis 30 Oktober Kick Off 01.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Di dalam balai itu, pelestarian tanaman obat lokal dilakukan. Bantuan berupa bibit tanaman herbal juga digelontorkan.

Pun, PPK Ormawa mendampingi pengolahan hasil panen tanaman obat.

Hasilnya, beragam produk tanaman herbal mulai dari teh rosela hingga serbuk jahe dapat diproduksi masyarakat. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Perbukitan Menoreh #Kabupaten Herbal #Tanaman Herbal #Pemkab Kulon Progo #akademisi