Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Dana Transferan Pusat ke Daerah Berkurang, Program Infrastruktur Bedah Menoreh Kulon Progo Dipastikan Berlanjut Tahun 2026

Anom Bagaskoro • Rabu, 29 Oktober 2025 | 00:12 WIB
PENINJAUAN: Bupati Kulon Progo meninjau Jalan Tegalsari-Kebonharjo salah satu ruas Bedah Menoreh. 
PENINJAUAN: Bupati Kulon Progo meninjau Jalan Tegalsari-Kebonharjo salah satu ruas Bedah Menoreh. 

KULON PROGO - Sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, Program Infrastruktur Bedah Menoreh dipastikan berlanjut.

Kepastian keberlanjutan program ini, akan dilaksanakan di 2026.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan, Bedah Menoreh akan menjadi program prioritas.

Lantaran, kebutuhan infrastruktur telah banyak diminta masyarakat Kulon Progo.

"Ada pengurangan TKD, tetapi Bedah Menoreh tetap berlanjut," ucap Agung, Selasa (28/10/2025).

Komitmen Bedah Menoreh juga dipantik dengan perkembangan wisata di Bumi Binangun.

Pemkab Kulon Progo tengah mengusulkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda).

Dalam riparda itu, pengembangan wisata harus diikuti laju pembangunan infrastruktur.

Program Bedah Menoreh dinilai masih relevan dalam pengembangan wisata di daerah utara.

Mengingat, program menyasar jalan-jalan kabupaten yang menjadi akses antar objek wisata. Sekaligus, akses masyarakat dalam bidang perekonomian.

Di samping itu, ekonomi wilayah Utara telah dilirik investor di industri pariwisata.

Potensi ini, perlu ditangkap untuk menyediakan fasilitas investasi berbasis masyarakat.

Pihaknya juga memastikan, infrastruktur wilayah selatan tak akan luput dari pengamatan.

"Jadi pembangunan terkonsep utara Gelang Projo, sedangkan selatan Pansela Kuntul Gunung," ujarnya.

Program Bedah Menoreh diakuinya, sempat terhenti saat pandemi Covid-19.

Anggaran yang dahulunya berfokus pada infrastruktur akhirnya beralih ke penanganan covid.

Hal ini terus berlanjut hingga kepemimpinan selanjutnya.

Padahal beberapa ruas Jalan Bedah Menoreh telah melalui perencanaan hingga menghasilkan Detail Engineering Design (DED).

Di tahun ini, Bedah Menoreh mulai dilanjutkan dengan kucuran Dana Keistimewaan.

Salah satu ruasnya, Jalan Prangkoan-Ngori dan Jalan Tegalsari-Kebonharjo.

Masing-masing menelan anggaran Rp 1,2 miliar dan Rp 4,9 miliar.

Hal serupa juga dibenarkan, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono.

Pihaknya telah ditugaskan untuk memetakan ruas Jalan Bedah Menorah yang dapat ditingkatkan.

Diprediksi, akhir tahun nanti anggaran Bedah Menoreh dapat terlihat.

"Kami masih kalkulasi, penghematan dari makan minum Rp 10 miliar bisa untuk program prioritas," ujarnya.

Triyono menyampaikan, beberapa ruas Jalan Bedah Menoreh dipastikan berlanjut.

Hasil pemetaan sementara, Jalan Suroloyo di Kapanewon Samigaluh dipastikan mengalami peremajaan.

Ruas jalan tersebut, mwrupakan akses vital masyarakat dan rodak ekonomi di sektor pariwisata.

Beberapa ruas jalan di Kapanewon Girimulyo, dan Kokap turut dikaji dalam keberlanjutan bedah menoreh. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #Kulon Progo #tkd #Dana Transferan Pusat #Program Infrastruktur Bedah Menoreh