Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekan Stunting Dengan Pemkab Kulon Progo Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Anom Bagaskoro • Jumat, 10 Oktober 2025 | 22:56 WIB
OLAHAN: Ikan air tawar diolah menjadi berbagai produk.
OLAHAN: Ikan air tawar diolah menjadi berbagai produk.

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo kembali meluncurkan program menekan angka stunting.

Program bernama Gerakan Makan Ikan Untuk Atasi Stunting (Gemati) menjadi cara untuk menekan kasus stunting.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro membenarkan perihal peluncuran program tersebut.

Pihaknya berupaya melakukan penanganan stunting sekaligus meningkat konsumsi ikan.

"Masalah stunting juga dapat diatasi dengan budaya gemar makan ikan," ucap Wakhid, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (10/10/2025).

Wakhid mengungkapkan, masalah stunting masih menjadi fokus pemkab.

Di tahun 2025 ini, pemkab juga menetapkan 10 kalurahan lokus stunting.

Penetapan ini bertujuan untuk mengintervensi penurunan stunting secara lebih cepat.

Untuk mendukung intervensi ini, DKP Kulon Progo menyiapkan program gemar makan ikan.

Lantaran, ikan memiliki nilai gizi yang dapat mencegah stunting.

Baik sejak kehamilan hingga kelahiran dan pertumbuhan bayi.

Jenis ikan yang dapat mencegah stunting dapat ditemui pada ikan air tawar ataupun tangkapan laut.

Seperti, lele, nila, hingga kakap.

Gerakan makan ikan ini ditandai dengan diadakannya bazar UMKM binaan DKP Kulon Progo.

Bazar memiliki fungsi mengenalkan aneka olahan ikan yang dapat dihidangkan di rumah tangga.

Sedangkan, penonton bazar terbuka untuk umum khususnya ibu-ibu.

Target pengunjung sengaja menghadirkan ibu-ibu.

Lantaran, ibu berperan sebagai aplikator dalam pencegahan stunting.

Ibu rumah tangga diharapkan dapat terinspirasi mengolah ikan untuk mencegah stunting.

"Konsumsi ikan di Kulon Progo juga masih rendah, harapannya nanti ikut meningkat," ucapnya.

Pihaknya mencatat Kulon Progo sebagai kabupaten terendah konsumsi ikan di DIY.

Data 2024 menunjukkan konsumsi ikan per kapita mencapai 31,44 kilogram per tahun.

Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata konsumsi ikan di DIY yang mencapai 35 kilogram per tahun.

Sosialisasi gemar makan ikan diharapkan mampu menaikkan konsumsi ikan di masyarakat.

Sementara itu, pengunjung bazar Mesem Efian mengaku antusias dengan bazar. Lantaran, banyak inspirasi olahan ikan yang didapat dari bazar.

"Banyak mendapat inspirasi, misalnya dimsum, hingga siomay," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Stunting #gemar makan ikan #Pemkab Kulon Progo #DKP Kulon Progo #UMKM