KULON PROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo menggelar pelatihan peternakan.
Kegiatan ini menggandeng peserta dari kalangan disabilitas, yang mendapat bantuan kambing.
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kulon Progo Saptarini menyampaikan, pelatihan berlangsung 10-16 September 2025.
Pelatihan berfokus pada pengembangan keterampilan peternakan bagi disabilitas.
"Ada 10 peserta yang mengikuti pelatihan, mereka berasal dari dua Kalurahan Sukoreno dan Srikayangan," ucap Rini, saat ditemui Radar Jogja, Senin (15/9).
Rini menyampaikan, peserta sengaja dipilih dari kalurahan yang memiliki kelompok difabel kalurahan (KDK). Lantaran, komitmen pengembangan telh dilakukan oleh pemkal. Sehingga pengembangan dapat dilakukan dengan dukungan dari pemkab.
Pelatihan peternakan ini, berfokus pada budidaya kambing untuk pedaging.
Sebab, peserta nantinya akan memperoleh bantuan satu ekor kambing.
Bantuan itu berasal dari kalurahan tempat tinggal peserta.
"Bantuan dari kalurahan, kami hanya meningkatkan keterampilan mereka," ucapnya.
Pelatihan diklaim dapat meningkatkan pemahaman peternakan dan budidaya untuk disabilitas.
Tak hanya materin praktek budidaya kambing juga dilakukan.
Salah satu yang menarik adalah, pembuatan pakan fermentasi.
Peserta cukup antusias mengikuti pelatihan praktek.
Lantaran, beberapa peserta telah memiliki ternak pribadi sebelum pelatihan.
Mereka kesulitan mencari pakan ternak selama musim kemarau.
Pelatihan pembuatan pakan menjadi solusi masalah kebutuhan ternak.
"Setelah pelatihan ini, harapannya bantuan ternak dapat berkembang dan tidak langsung dijual," ungkapnya.
Tujuan pelatihan tak lain untuk meminimalisir penjualan bantuan ternak.
Minimnya pemahaman ternak membuat potensi penjual ternak bantuan tak terhindarkan.
Padahal jika dikembangkan dengan optimal, peserta disabilitas dapat memperoleh hasil dari bantuan ternak yang beranak pinak.
Sementara itu, Peserta Asal Sukoreno Yarodi mengungkapkan antusiasnya.
Pelatihan dianggap menjadi langkah tepat untuk meningkatkan pemhaman beternak.
Terutama bagi dirinya yang memiliki hambatan gerak karena menggunkan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.
"Besok setelah pelatihan dapat bantuan dari kalurahan," ungkapnya.
Yarodi menjelaskan, pelatihan memberikan gambaran budidaya kambing.
Pasalnya, Yarodi akan menerima bantuan ternak.
Antusiasnya, terlihat saat praktek pembuatan pakan fermentasi.
Lantaran, selama ini dengan hambatan yang dimiliki mencari pakan cukup susah dilakukan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva