Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 12 Dalang Cilik Asal Kulon Progo Menyerukan Perdamaian

Anom Bagaskoro • Selasa, 2 September 2025 | 20:56 WIB
Penampilan belasan dalang cilik menarik penonton di Taman Budaya Kulon Progo.
Penampilan belasan dalang cilik menarik penonton di Taman Budaya Kulon Progo.

KULON PROGO - Belasan dalang cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Bumi Binangun menampilkan pagelaran wayang kulit. Mengambil isu terkini, dalang cilik menyerukan perdamaian di tengah rentetan kejadian kerusuhan di beberapa daerah.

Pelatih Dalang Anak Kulon Progo Ki Rubiyanto menjelaskan, pementasan wayang kulit dengan dalang anak merupakan upaya Dinas Kebudayaan Kulon Progo dalam melestarikan budaya. Utamanya, pelestarian budaya ke generasi muda penerus bangsa.

"Ini juga mengadaptasi isu terkini, beberapa daerah mengalami kerusuhan," ucap Rubiyanto, saat ditemui Radar Jogja usai pementasan, Senin (1/9/2025) malam.

Rubiyanto yang juga dalang wayang kulit, menyampaikan seruan damai menggunakan pagelar diharapkan mampu meredam suasana akhir-akhir ini. Banyaknya kerusuhan di beberapa daerah, harapannya mampu terendam dengan pertunjukan wayang kulit. Pasalnya, unsur budaya seringkali menjadi peredam konflik yang efektif.

Pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di Taman Budaya Kulon Progo itu, menampilkan 12 dalang cilik. Mereka merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan mewakili setiap kapanewon di Kulon Progo.

"Setiap tahunnya ada regenerasi dalang anak-anak ataupun remaja di festival pedalangan," ujarnya.

Rubiyanto menyampaikan, festival pedalangan setiap tahunnya menelurkan generasi dalang muda. Tentu, dalang-dalang muda ini akan diberikan panggung. Sebagai contohnya, melalui kegiatan deklarasi damai dengan penampilan pagelaran wayang kulit.

Pagelaran wayang kulit ini, mengangkat lakon penyerbuan beberapa wayang yang diibaratkan sedang menyerbu Indonesia. Namun, berhasil ditumpas dengan keberadaan tokoh kesatria. Tentu, lakon ini bukanlah pakem dari alur certia Mahabarata ataupun Ramayana, melainkan pengembangan atas isu terkini.

Dari pertunjukan itu, paling menarik justru penampilan 12 dalang cilik. Menggunakan layar putih sejumlah 12 layar, dalang cilik memainkan lakon secara bersamaan. Tentu, kejadian itu meanrik pengunjung dan peserta deklarasi damai di Taman Budaya Kulon Progo.

Antusias memainkan pagelaran wayang kulit terlihat di wajah dalang cilik asal Kalibawang Nicholaus Bernasa Seto Seno. Dalan berusia 10 tahun ini mengaku antusias mengikuti pagelaran.

"Latihannya cuma seminggu, soalnya lakonnya cuma pendek," ujarnya.

Seto menyampaikan, lakon menceritakan beberapa orang yang hendak merusuh Indonesia. Namun, berhasil digagalkan dengan semangat gotong royong. Pentas yang dia lakukan diharapkan menjadi pesan seruan kedamaian. (gas)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dalang #Kulon Progo #sekolah dasar #dalang cilik