Dampaknya, website pemkab maupun organisasi perangkat daerah (OPD) pernah sulit diakses.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Agung Kurniawan mengatakan, serangan siber menyasar sistem keamanan website. Berdasar penelusuran internet protocol (IP) diketahui serangan itu dari dalam dan luar negeri.
”Peretas berusaha merusak sebagian atau keseluruhan layanan berbasis internet milik pemkab,” jelas Agung di ruang kerjanya, Rabu (27/8/2025).
Kendati begitu, Agung memastikan, serangan siber itu tidak menyebabkan kerugian berarti. Diskominfo berhasil membentengi sistem keamanan website pemkab.
Namun, efek samping penebalan keamanan dan ratusan ribu serangan menyebabkan website seringkali sulit diakses masyarakat.
”Beberapa website memang sempat sulit diakses. Untungnya bisa dipulihkan," ucapnya.
Agung menceritakan, website sulit akses terjadi pada awal 2025. Saat ini, website kembali berfungsi normal. Bisa diakses seperti semula.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menaruh perhatian cukup besar terhadap keamanan digital. Sebab, Agung juga pernah mengalami akun Whatsapp-nya diretas hingga menimbulkan kerugian finansial.
”Banyak website yang sulit diakses. Sehingga, perlu diperhatikan," ucapnya.
Agung cukup konsisten mengupayakan keterbukaan informasi melalui website. Dia menyarankan tiap program dan kegiatan OPD selalu diunggah di website. Tujuannya, agar masyarakat dapat memantau kegiatan dan program yang bersumber dari pajak masyarakat. (gas/zam)
Editor : Herpri Kartun