KULON PROGO - Fenomena pemasangan bendera one piece turut dirasakan pedagang bendera di Kulon Progo. Pasalnya, aparat kepolisian sempat mendatangi sejumlah lapak untuk menanyakan penjualan bendera one piece.
Pedagang bendera di Terminal Wates Ade Zaki mengaku telah membuka lapak penjualan bendera akhir Juli lalu.
Baginya, momentum hari kemerdekan merupakan peluang bisnis. Namun di tahun ini momentum itu terasa berbeda.
"Sempat ada pembeli yang mencari bendera one piece, tapi kan saya tidak jual," ucap Ade saat ditemui awak media Selasa (5/8).
Ade menjelaskan, beberapa orang sengaja mendatangi lapaknya untuk membeli bendera one piece. Akan tetapi dirinya tak menjual bendera itu. Bahkan bentuk bendera one piece pun, Ade tak mengetahui.
Selain calon pembeli, Ade sempat didatangi kepolisian yang menanyakan penjualan bendera anime populer itu. Tentu jawabannya sama seperti sebelumnya.
Fenomena itu justru membingungkan Ade. Pasalnya, hampir setiap tahun ia menjual bendera Merah Putih. Namun justru yang dicari pembeli one piece.
"Setiap tahun, setiap menjelang hari kemerdekaan pasti berjualan," ungkapnya.
Ade menjelaskan, harga bendera Merah Putih menyesuaikan ukuran dan bahan. Berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu, setiap hari kemerdekaan penjualan bendera sangat menguntungkan.
Hal yang sama juga dirasakan penjual bendera lainnya. Dudung, penjual bendera yang membuka lapaknya di sebelah lapak Ade juga menemui fenomena serupa.
Hampir setiap hari menemukan pembeli yang hendak mencari bendera one piece. "Bagi saya bendera Merah Putih wajib, bendera yang lain tidak," ungkapnya.
Sebagai penjual, Dudung merasa tak menghormati marwah bendera Merah Putih jika menjual bersamaan dengan bendera one piece. Dirinya memilih tak menjual bendera one piece, walaupun mungkin bisa menguntungkan. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun