Hal itu diduga akibat angkatan kerja dengan kelompok umur di bawah 24 tahun tersebut terlalu pilih-pilih.
”Memang ada kecenderungan Generasi Z pilih-pilih pekerjaan dan masalah mentalitas,” ucap Bambang di kantornya, Rabu (23/7/2025).
Dari pencermatannya, Bambang mengungkapkan, Gen Z rata-rata memilih pekerjaan yang fleksibel. Terutama dari aspek waktu.
Itu untuk menopang keseimbangan antara pekerjaan dan hobi mereka.
Fenomena lain, kata Bambang, mentalitas Gen Z berbeda dibanding generasi-generasi sebelumnya. Banyak Gen Z yang mengundurkan diri dari pekerjaan.
Padahal, mereka baru bekerja beberapa hari.
”Sering ditemui mengundurkan diri tanpa kabar,” ujarnya.
Menurutnya, ada beragam faktor yang menjadi alasan mereka tiba-tiba mengundurkan diri.
Di antaranya, tidak betah dengan pola kerja. Ada pula yang tidak betah merantau.
Akibatnya, disnaker kesulitan menjelaskan kepada perusahaan pencari pekerja perihal pengunduran diri pekerja muda itu.
”Perusahaan dan pencari kerja kadang-kadang juga tak klop," katanya.
Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Utara Jembatan Glagah Kulon Progo Terkuak, Ternyata..
Kendati begitu, Bambang menegaskan, ada pula pekerja muda yang memiliki komitmen dan mentalitas baik. Hanya, mereka kerap terhambat dengan kualifikasi lowongan.
Mayoritas kualifikasi menentukan pengalaman kerja. Akibatnya, lulusan baru tak bisa mendaftar.
Untuk mengantisipasi persoalan itu, kata Bambang, disnaker rutin menggelar peningkatan kapasitas. Salah satunya melalui kursus di balai latihan kerja.
Harapannya, kompetensi pencari kerja sesuai dengan minat perusahaan.
Hanifah, salah satu Gen Z mengaku kesulitan mencari lowongan pekerjaan. Sebab, mayoritas lowongan pekerjaan mencari kandidat yang berpengalaman. Bukan lulusan baru.
”Padahal, saya siap dengan segala risiko pekerjaan yang ada,” ucapnya. (gas/zam)
Editor : Herpri Kartun