KULON PROGO – Pemkab Kulon Progo terus melakukan pembenahan manajemen tata kelola pemasaran toko milik rakyat (Tomira). Keberpihakan pada pelaku UKM yang menyediakan produk lokal di Tomira jadi salah satu yang utama. Di antaranya terkait barcode.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop UKM) Iffah Mufidati menyampaikan, evaluasi didapat setelah melakukan peninjauan di beberapa Tomira. Salah satu temuan yang mencolok, adalah produk lokal yang tak tersedia di Tomira.
“Penempatan rak produk lokal juga tak optimal, karena diletakkan dibagian tak terlihat dan di area belakang,´ ucap Iffah, Senin (30/6).
Temuan lain juga menjurus ke produk lokal yang terdeteksi pada sistem toko. Biasanya toko waralaba menetapkan barcode, untuk mempermudah pembayaran. Alhasil, banyak produk lokal yang hendak dibeli justru pembayarannya begitu rumit.
Pihaknya menilai, koperasi yang berperan sebagai pengelola Tomira belum optimal bekerja. Akibatnya, banyak terjadi temuan yang justru merugikan produk lokal. Selain koperasi, pihaknya juga meminta pelaku UKM yang menyetor produk untuk terus konsisten.
Bukan hanya berkaitan dengan kualitas yang baik, pelaku UKM diminta juga konsisten menyuplai produk. Tujuannya, agar rak produk lokal dapat diisi penuh oleh produk asli Kulon Progo. "Kami juga melakukan pembenahan secara masif," ungkapnya.
Selain memberikan imbauan ke koperasi dan UKM, pihaknya juga melakukan pembenahan pada sistem pemasaran tomira. Untuk memastikan produk lokal selalu ada di Tomira, sistem gudang dan suplai diatur oleh admin khsusus. Tujuannya untuk memantau arus keluar masuk produk lokal.
Hal ini memastikan, kinerja tomira dapat berjalan dnegan optimal. Utamanya, menyerap produk hasil karya UKM lokal. Bahkan Dinperinkop UKM juga berupaya menambah produk-produk yang ada.
Sementara itu, Manajer Cabang Indomaret Jogjakarta Taffan Russuardi menyampaikan, pihaknya sebagai mitra tomira siap berkolaborasi. Utamanya berkolaborasi dengan koperasi setempat yang menyuplai produk lokal.
Akan tetapi, pihaknya juga meminta Pemkab Kulon Progo ikut mengawal operasional tomira. Khususnya tata kelola pemasaran produk yang selama ini selalu terganjal urusan suplai produk yang terbatas.
"Tinggal pasokan produknya yang harus dijaga, agar produk lokal tidak kosong," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo