Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Meminta Rebranding dan Revitalisasi Pertanian Kopi

Anom Bagaskoro • Minggu, 29 Juni 2025 | 22:48 WIB

POTENSI: Bupati Kulon Progo menunjukkan hasil kopi Perbukitan Menoreh.
POTENSI: Bupati Kulon Progo menunjukkan hasil kopi Perbukitan Menoreh.
KULON PROGO - Potensi pertanian di Perbukitan Menoreh belum banyak diketahui orang.

Hal ini memantik, Pemkab Kulon Progo menggenjot rebranding dan revitalisasi pertanian kopi di Perbukitan Menoreh.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, pertanian dan hasil kopi dari Perbukitan Menoreh perlu didorong agar lebih dikenal masyarakat luas.

Lantaran, secara nasional produk kopi khas Bumi Binangun belum terlihat dibandingkan dengan kopi Lampung ataupun Toraja.

"Pertanian kopi di Perbukitan Menoreh sudah baik, tinggal kami kawal untuk mengenalkan," ucap Agung, Minggu (29/6).

Perbukitan Menoreh sebenarnya memiliki potensi sebagai penghasil kopi. Lantaran, dari segi sejarah penjajahan, masyarakat Perbukitan Menoreh telah mengenal kopi saat tanam paksa.

Sehingga, hanya perlu penataan dan dorongan dari pemerintah daerah.

Untuk menunjang produk dikenal masyarakat luas, Agung mengusulkan rebranding kopi.

Lantaran, jenis kopi dan brand yang berasal dari Perbukitan Menoreh memiliki beragam macam. Akibatnya, potensi konsumen kebingungan untuk memilih produk kopi bisa terjadi.

"Untuk branding nasional adalah Kopi Menoreh, kalau lokal silahkan bisa pakai nama daerah misal kopi Suroloyo," ungkapnya.

Branding perlu dilakukan untuk mengangkat pamor produk kopi.

Selain itu, revitalisasi pertanian kopi juga tengah menjadi kajian pemkab. Utamanya revitalisasi yang mengarahkan pertanian menjadi agrowisata. Tujuannya, agar kawasan pertanian dapat berdampak ke masyarakat luas.

Agung menyampaikan, revitalisasi pertanian juga tak berkutat pada kopi. Melainkan potensi produk pertanian, seperti gula semut, kakao, dan kelapa turut digenjot.

Revitalisasi akan menggandeng kalurahan penghasil produk pertanian. Pemkab secara utuh akan melakukan pendampingan mulai dari produksi awal hingga pemasaran.

Sebenarnya, upaya menata pertanian di DIJ telah difokuskan beberapa tahun terakhir dengan menggunakan Dais.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Keistimewaan DIJ Nur Ikhwan Rahmanto membenarkan hal itu.

Pertanian lokal telah didukung Dais. Lantaran, masuk dalam pengembangan potensi satuan ruang strategis (SRS).

"Salah satu SRS adalah Perbukitan Menoreh, yang bisa dikembangkan untuk masyarakat," ungkapnya. (gas)

Editor : Bahana.
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #Petani Kopi