KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mulai mewaspadai munculnya penyakit langganan saat perubahan musim atau masa pancaroba. Sebab cuaca yang berubah-ubah, mengakibatkan imunitas tubuh turun dan mudah terserang penyakit.
"Sementara masih landai, tetapi tahun lalu ada fenomena gondongan itu juga perlu diwaspadai,” ungkap Kepala Dinkes Kulon Progo Sri Budi Utami Selasa (20/5).
Tahun lalu, lanjutnya, penyakit gondongan atau mumps menjangkit ratusan orang. Total terdapat 660 kasus mumps atau empat kali lipat dibading 2023.
Kebanyakan kasus gondongan menjangkiti anak-anak. Lantaran, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang. Selain itu, makanan tanpa gizi yang sering dikonsumsi di sekolah memicu penyakit timbul.
Kasus gondongan pada 2024, bahkan membuat pemkab mengeluarkan surat edaran khusus. Lantaran, persebaran penyakit yang tak mematikan ini tergolong masif. Sehingga, banyak siswa terjangkit gondongan terpaksa meliburkan diri dari kegiatan sekolah. "Yang perlu diwaspadai juga ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) dan demam berdarah," ucapnya.
Budi menyampaikan, cuaca yang berubah-ubah memicu gejala flu, batuk, dan pilek. Pantauan Dinkes Kulon Progo, persebaran penyakit ISPA masih tergolong wajar. Belum ditemukan fenomena baru seperti kasus gondongan.
Dia pun mengimbau agar masyarakat berperan aktif mencegah persebaran penyakit selama pancaroba. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan secara individu berupa meningkatkan imunitas tubuh. Jika terjadi gejala penyakit, segera datang ke faskes puskesmas untuk mendapatkan perawatan. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita