Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Tangkisan 2 Kulon Progo Kesal, 7 Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak! Sekalian Saja Ditanami Pohon Pisang

Anom Bagaskoro • Minggu, 13 April 2025 | 18:08 WIB

UNJUK RASA: Warga menyampaikan keluhannya dengan menanam pohon.
UNJUK RASA: Warga menyampaikan keluhannya dengan menanam pohon.
KULON PROGO - Kesal! Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perasaan warga Padukuhan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap.

Ungkapan itu, juga disiratkan dengan aksi penanaman pohon, pemasangan spanduk, dan longmarch di Ruas Jalan Tangkisan 2 - Kokap, Minggu (13/4).

Salah satu warga yang melakukan aksi Sujarwo menyampaikan, ada ratusan masyarakat yang melakukan aksi.

Sejak pagi hari, masyarakat telah menanam pohon kelapa, pisang, dan singkong di area jalan rusak. Lubang pada jalan yang dipenuhi kerikil kini telah ditanami pohon.

"Kami telah menunggu selama tujuh tahun, jalan kabupaten ini sama sekali tak ada perbaikan," ucap Sujarwo, Minggu (13/4).

Sujarwo menyampaikan, masyakarat menuntut beberapa hal. Diantaranya perbaikan jalan, perbaikan saluran irigasi, dan revitalisasi jaringan listrik.

Tuntutan ini, dirasa tidak muluk-muluk. Lantaran, kerusakan jalan tergolong hampir 90% sepanjang tiga kilometer.

Jalan kabupaten ini, mengalami rusak parah sejak puluhan tahun. Sedangkan warga telah meminta perbaikan sejak tujuh tahun terakhir.

Akan tetapi, tak ada perbaikan ataupun tindaklanjut yang menentramkan masyarakat.

"Ini akses vital, khususnya warga dari Kapanewon Temon ke pusat pemetintahan Kokap," ungkapnya.

Keberadaan jalan dirasa sangat penting bagi masyarakat Hargomulyo.

Pasalnya, jalan ini menghubungkan dua pusat pemerintahan kecamatan Temon dan Kokap.

Setiap harinya, arus kendaalraan yang melalui infrastruktur ini lebih dari ratusan.

Kebanyakan masyarakat, khususnya pelajar, aktivitas pasar, pemerintahan, ekonomi, dan pangan bertumpu pada jalan ini. Keberadaan jalan rusak membuat aktivitas masyarakat terkendala.

"Ada beberapa kecelakaan, misal guru yang jatuh, dan terakhir truk terguling karena jalan licin," tuturnya.

Kerusakan jalan bahkan menyebabkan insiden kecelakaan. Banyak pelajar yang mengendarai motor terpeleset hingga nyaris jatuh ke jurang.

Terakhir kali, truk ekspedisi nyaris masuk jurang lantaran jalan licin dan menanjak.

Masyarakat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya.

Menggunakan tanah liat untuk menambal jalan, masyarakat mencegah agar jalan tak membuat pengguna jalan terperosok.

Namun, ketika hujan melanda tambalan tanah justru licin ketika dilalui kendaraan.

"Kami sudah berupaa memperbaiki tapi begini terus, kami butuh perhatian pemerintah," tegasnya.

Pantauan Radar Jogja di lokasi unjuk rasa, masyarakat telah berkumpul sejak pukul 07.30 WIB.

Mereka memulai kegiatan dengan menanam pohon di titik yang memiliki lubang terparah.

Tak luput dari perhatian, puluhan spanduk jumbo berisi protes dan tuntutan warga.

Sekitar pukul 08.00 WIB warga mulai berkumpul di satu titik. Mereka menyampaikan tuntutan secara gamblang dengan pengeras suara.

Aksi itu dilanjutkan dnegan berjalan kaki sepanjang tiga kilometer sambil menyuarakan tuntutan. Aksi ditutup dengan doa bersama. (gas)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Kulon Progo #jalan rusak #tanam pohon pisang di jalan rusak