KULON PROGO - Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo mendapat gelontoran Dana Keistimewaan 2024, kini memperoleh hasilnya.
Lantaran, di tahun 2025 ini hasil pembangunan Lumbung Mataraman Dewi Sri mulai bisa dipanen.
Lurah Purwosari Sri Murtini menyampaikan, pengembangan lumbung mataraman di kalurahnnya dimulai pada tahun 2024.
Saat itu, Kalurahan Purwosari mendapat suntikan Dana Keistimewaan.
"Nilainya sekitar Rp 750 juta, itu diwujudkan dengan lumbung mataraman," ucap Sri, saat ditemui Radar Jogja usai acara wiwitan, Rabu (9/4/2025).
Suksesnya pengelolaan dana keistimewaan Kalurahan Purwosari, ditandai dengan panen raya di sawah terasering Lumbung Mataraman.
Pada panen raya itu, kalurahan mengadakan tradisi wiwitan yang sejak turun temurun selalu dilakukan.
Ratusan masyarakat memadati, tarasering sawah dengan membawa pakaian adat dan makanan sebagai wujud tanda syukur.
Setelah itu, masyarakat akan melakukan panen serentak dengan di awali panen oleh tamu undangan.
"Secara spesifik, penggunaan dana keistimewaan kami gunakan ke beberapa sektor," ungkapnya.
Sri menjelaskan, dana keistimewaan khusus lumbung mataraman digunakan untuk menyediakan benih padi dan palawija.
Tentunya, target penerima merupakan petani yang menggarap tanah di lumbung mataraman.
Hasil pertanian menggunakan dais dapat dilihat di tradisi wiwitan tahun 2025.
Dais juga digunakan untuk membangun fasilitas penunjang pertanian.
Paling menonjol berupa pembangunan pendopo di tengah hamparan terasering.
Fasilitas ini digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.
"Kami juga membangun kandang komunal," ujarnya.
Konsep Lumbung Mataraman Purwosari juga melibatkan sektor peternakan.
Wilayah Girimulyo memiliki potensi kambing etawa.
Sehingga, potensi itu dimanfaatkan oleh kalurahan untuk mengoptimalkan lumbung mataraman.
Keberadaan lumbung mataraman akan dikombinasikan dengan potensi desa.
Kalurahan Purwosari memiliki potensi pariwisata. Sehingga, lumbung mataraman akan dikonsep sebagai Agrowisata Budaya.
Turut hadir dalam acara wiwitan, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mendukung konsep lumbung mataraman.
Menurutnya, lumbung mataraman memiliki berbagai dimensi fungsi. Salah satunya berkaitan dengan ketahanan pangan.
"Dukungan pemkab sudah jelas, visi misi kami berkaitan pertanian," ucapnya.
Dukungan pemkab untuk sektor pertanian disampaika Ambar saat memberikan sambutan.
Pihaknya meminta agar kalurahan mengajukan proposal untuk menurunkan alat pertanian modern.
Hal ini diupayakan untuk optimalisasi sektor pertanian. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva