Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemuda Bendungan Lor Bangunkan Sahur Dengan Musik Tek-Tokan Daripada Sound Horeg

Anom Bagaskoro • Jumat, 21 Maret 2025 | 22:38 WIB
SAHUR: Pemuda Bendungan Lor membangunkan masyarakat dengan musik. 
SAHUR: Pemuda Bendungan Lor membangunkan masyarakat dengan musik. 

 

KULON PROGO - Inspiratif, Pemuda Padukuhan Bendungan Lor, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates punya cara unik membangunkan sahur.

Mereka memilih menggunakan sarana musik tek-tokan untuk membangunkan masyarakat.

Ketua Pemuda Bendungan Lor Muhammad Danu Setiawan menyampaikan, kegiatan membangunkan sahur telah rutin dilakukan.

Bakan saat Ramadan, membangunkan sahur selalu ditunggu masyarakat sekitar.

"Kami membangunkan sahur dengan musik tek-tokan," ucap Danu, Jumat (21/3/2025).

Danu menjelaskan, nama musik tek-tokan berasal dari suara yang ditimbulkan dari lima kentongan berbagai bentuk.

Musik itu telah dikenal masyarakat sekitar sebagai bagian dari tradisi yang telah luntur.

Pemuda Bendungan Lor berupaya melestarikan kesenian tek-tokan dengan menggunakannya saat membangunkan sahur.

Mereka akan menggunakan nada musik tek tokan yang digabungkan dengan sholawatan dan ajakan bangun untuk santap sahur.

"Cuma kentongan biasa yang digunakan di pos ronda dan dipukul," ungkapnya.

Kendati hanya menggunakan peralatan sederhana, untuk memainkan musik tek-tokan diperlukan keahlian khusus.

Lantaran, posisi memukul kentongan sangat berpengaruh pada suara yang ditimbulkan.

Terlebih bentuk kentongan juga perlu disesuaikan agar mampu memberikan variasi suara.

Danu menyampaikan, untuk membangunkan sahur pemuda akan melewati gang dan jalan yang padat penduduk.

Mereka akan berkumpul di pendopo aula pemuda sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Pemuda kemudian akan berkeliling sejauh 1,5 kilometer dan berhenti di titik ramai penduduk. Butuh waktu kurang lebih 90 menit untuk menyelesaikan rute itu.

"Lebih memilih menggunakan tek-tokan dibanding menggunakan sound horeg," ucapnya

Pemuda Bendungan Lor mengaku lebih memilih membangunkan sahur dengan sarana musik tek-tokan.

Hal ini, untuk mengatasi stigma buruk membangunkan sahur menggunakan sound horeg yang ramai diperbincangkan publik akhir akhir ini.

Mereka berpendapat sound horeg justru mengganggu kedamaian masyarakat.

Terutama masyaarakat non muslim yang tak melakukan santap sahur.

Selain itu, warga Bendungan justru lebih menyukai cara membangunkan sahur dengan musik tek-tokan.

Cara emmebangunkan sahur yang santun ini diapresiasi warga Bendungan Lor, Fajar Mahanani.

Dia mengapresiasi langkah pemuda melestarikan kesenian, sekaligus membangunkan sahur secara rutin setiap tahunnya.

"Justru kalau pakai tek-tokan tidak bikin kaget, beda dengan sound horeg," ungkapnya.

Walaupun bunyi ketongan tak sekeras sound horeg, Mahanani tetap bisa terjaga dari tidur.

Justru hal itu, dinilai baik bagi masyarakat sepertinya.

Sehingga, kegiatan pemuda itu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kalurahan Bendungan #cara unik membangunkan sahur #kentongan #wates #ramadan #Pemuda Bendungan Lor