Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Angka Tinggi, Dua Kasus DB di Kulon Progo Berakhir Kematian

Anom Bagaskoro • Rabu, 5 Maret 2025 | 22:09 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Sri Budi Utami.
Kepala Dinas Kesehatan Sri Budi Utami.

KULON PROGO - Kasus demam berdarah (DB) di Bumi Binangun cenderung tinggi.

Dinas Kesehatan mencatat, jumlah kasus awal tahun hingga per 3 Maret 2025, menunjukkan adanya peningkatan drastis apabila dibandingkan dengan akumulasi temuan di tahun 2024.

Data hingga per 3 Maret 2025 menunjukkan temuan angka DB sebanyak 1.219 kasus.

Padahal pada 2024, akumulasi kasus dalam setahun sebanyak 2.569 kasus DB.

Artinya, periode di tiga bulan pertama ini angkanya hampir mencapai separuh akumulasi kasus selama 2024.

Temuan kasus DB terbanyak berada di Kapanewon Sentolo dan Pengasih.

Masing-masing 219 kasus dan 218 kasus. Disusul Kapanewon Wates dengan jumlah temuan 180 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami menjelaskan, kenaikan kasus DB ini disebabkan faktor cuaca di awal tahun.

Bulan Januari menjadi puncak musim penghujan. Hujan memicu munculnya genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kendati begitu, setiap kasus DB dilakukan penyelidikan epidemologi, yakni kegiatan untuk mengetahui penyebab, sumber, dan cara penularan suatu penyakit.

Penyelidikan ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya wabah. 

DB juga menyebabkan fatalitas. Pada akhir Februari 2025, terdapat dua kasus kematian.

"Dua kasus itu ditemukan di Kapanewon Sentolo dan Panjatan yang menjangkit penderita berumur paro baya. Di Sentolo tepatnya di Padukuhan Malangan, dan Panjatan di Padukuhan Krembangan," ungkap Budi, Rabu (5/3/2025)

Untuk menekan angka DB, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menggencarkan usaha pencegahan.

Setiap stakeholder mulai dari kapanewon hingga kalurahan digerakkan untuk melakukan gerakan PSN.

Selain itu, penyelidikan kasus DB akan mengarahkan dinkes untuk melakukan fogging.

Namun, fogging hanya berlaku apabila terjadi penularan dalam satu daerah dan menyebabkan kasus kematian.

Sementara itu, temuan kasus DB yang meningkat juga dirasakan di Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.

Lurah Salamrejo Dani Pristiawan menyampaikan, 5 temuan kasus di wilayahnya.

"Tahun ini meningkat, dibanding tahun sebelumnya hanya tiga kasus," ungkapnya.

Fenomena DB di Salamrejo tak bisa dibilang epidemologi.

Lantaran, rentang waktu penularan antar penderita tak singkat.

Antara satu penderita dengan penderita lainnya terindikasi DB dengan selisih satu minggu.

Adanya temuan itu, tak membuat pihak Dinkes langsung melakukan fogging.

Namun, Dinkes lebih memilih melakukan sosialisasi PSN ke masyarakat.

Lantaran, PSN dapat memutus rantai penyebaran DB.

Alhasil, kasus DB di Salamrejo kini berujung nihil di Bulan Maret. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kasus DB di Kulon Progo #pengasih #waspada #Kapanewon Sentolo #Dinas kesehatan Kulon Progo #Dua Kasus DB di Kulon Progo Berakhir Kematian #kasus db