KULON PROGO - Suasana berbeda terlihat jelas di halaman Mapolsek Sentolo, Kamis (20/2). Biasanya di personel kepolisan melakukan apel hingga beraktivitas melayani masyarakat. Namun, pemandangan kali ini puluhan anak-anak PAUD berkumpul.
Kanit Lantas Polsek Sentolo AKP Andi Budi Laksono menyampaikan, berkumpulnya anak-anak di kantornya memang sudah sering. Pihaknya sengaja menerima kunjungan anak-anak PAUD untuk mengikuti kegiatan Taman Edukasi Lalu Lintas.
"Taman Edukasi Lalu Lintas, siapa saja boleh mengikuti, utamanya untuk anak-anak," ucapnya Kamis (20/2). Ia menyampaikan, gagasan taman lalu lintas telah terealisasi sejak 2024. Namun mulai banyak kunjungan dari sekolah-sekolah di awal tahun 2025.
Gagasan ini muncul setelah berkaca pada banyaknya pelanggaran yang kerap ditemui di jalan raya. Melalui taman edukasi, diharapkan anak-anak mulai mengenal tentang cara berlalu lintas yang baik dan benar.
Pengenalan sejak dini dinilai cukup efektif untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Lantaran anak-anak cenderung merekam memori ingatan yang baik dan mengimplementasikan di kemudian hari. "Mempelajari rambu lalu lintas, peluit, hingga berkeliling area polsek," ungkapnya.
AKP Andi menyampaikan, anak-anak akan mendapatkan wawasan baru perihal lalu lintas. Mulai rambu-rambu hingga budaya tertib. Semua materi disampaikan secara santai dan menarik. Seperti materi rambu-rambu, anak-anak diajak mengikuti gerakan sambil meniup peluit.
Kegiatan dilaksanakan di halaman seluas 100 meter persegi. Dulu halaman itu digunakan sebagai tempat penyimpanan barang bukti. Kini kondisinya berubah menjadi taman lalu lintas.
Guru TK PAUD Sadewa Wates Erna Ekawati mengapresiasi langkah pengenalan taman lalu lintas. Lantaran budaya lalu lintas merupakan materi yang belum tentu didapatkan.
Padahal budaya lalu lintas harus ditanamkan ke anak-anak. "Nantinya semoga anak-anak dapat mengingat dan mempraktikkannya di kemudian hari," ungkapnya. (gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita